Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri menggelar doa bersama dan tasyakuran pada Kamis (13/11), sebagai bentuk syukur atas ditetapkannya KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. Ratusan kader dan pengurus, mulai tingkat cabang hingga ranting, menghadiri kegiatan yang dipusatkan di aula kantor DPC PKB Kabupaten Kediri.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars PKB. Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, Sentot Djamaludin, bersama seluruh pengurus dan tamu undangan tampak bersemangat mengikuti rangkaian tersebut.
Di dalam aula, terpampang banner besar bergambar Gus Dur berdampingan dengan dua tokoh yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, yakni Marsinah asal Nganjuk dan KH. Syaikhona Mohamad Kholil.
Baca juga : Polsek Kediri Kota Amankan Dua Pemuda Pelaku Pengeroyokan di Jalan Sriwijaya, Jagalan
Menurut jajaran DPC PKB, penganugerahan ini merupakan kebanggaan tersendiri, terlebih Gus Dur dikenal sebagai tokoh nasional sekaligus pendiri PKB, sehingga doa bersama dan tasyakuran dianggap sebagai bentuk penghormatan yang tepat.
Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, Drs. H. Senthot Djamaludin, menyampaikan rasa syukur atas pengakuan negara terhadap jasa besar Gus Dur sebagai guru bangsa. Menurutnya, Gus Dur merupakan sosok yang dihormati dunia karena perjuangannya dalam memperjuangkan pluralisme dan kemanusiaan.
“Doa bersama ini digelar sebagai ungkapan syukur atas ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Beliau adalah bapak bangsa dan panutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita ajak masyarakat Kabupaten Kediri mendoakan beliau sebagai sosok yang visioner dan tak pernah lelah membangun bangsa,” ujarnya.
Baca juga : DPRD Jatim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Kediri–Blitar
Sentot menambahkan, kader PKB harus terus menjunjung tinggi nilai dan pemikiran Gus Dur yang dinilainya tetap relevan sebagai rujukan tokoh-tokoh nasional. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para pahlawan, ulama, dan masyayikh agar Indonesia senantiasa rukun, damai, dan semakin maju.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






