Meskipun tersangka utama, Rochmad Tri Hartanto (33), telah berhasil ditangkap, kepolisian masih mengumpulkan bukti tambahan guna memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam kejadian ini.
Kasubdit Jatanras III Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan bahwa tim opsnal masih melakukan pengembangan di berbagai lokasi yang diduga berkaitan dengan kasus ini.
Baca juga : Keringanan Pembayaran Pajak Kendaraan Saat Libur Isra Mi’raj dan Imlek di Kediri
Polisi juga tengah menelusuri aktivitas tersangka sebelum dan setelah kejadian, termasuk pihak-pihak yang mungkin pernah berinteraksi dengannya.
“Kami sedang mendalami, apakah ada kemungkinan keterlibatan orang lain. Tim masih bekerja di lapangan untuk mengembangkan temuan yang ada,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Kediri, Selasa (28/1/2025).
Terkait pemeriksaan terhadap tersangka Rochmad Tri Hartanto, AKBP Arbaridi menambahkan bahwa belum ada perkembangan signifikan. Meski begitu, pendalaman masih terus dilakukan, termasuk rencana pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku yang berasal dari Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.
Baca juga : Pemkot Blitar Tambah 30 CCTV untuk Tingkatkan Keamanan dan Antisipasi Kejahatan
“Nanti hasilnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai,” katanya.
Sementara itu, otopsi terhadap bagian kepala dan kaki korban yang dilakukan di RS Bhayangkara Kediri bertujuan untuk memastikan identitas korban serta mengungkap kemungkinan adanya kekerasan selain luka akibat mutilasi.
Kepala RS Bhayangkara Kediri, Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko, mengonfirmasi bahwa hasil otopsi menunjukkan identitas korban sesuai dengan data primer dari struktur gigi serta data sekunder dari rekam medis, tindik di telinga, dan properti yang dikenakan korban.
“Lukanya berasal dari benda tajam dengan pola sayatan yang khas,” jelasnya.
Usai dilakukan otopsi, bagian tubuh Uswatun Khasanah dibawa kembali ke rumah duka di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, untuk dimakamkan.
Dengan pengembangan yang masih berlangsung, Polda Jatim berharap bisa mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini dan memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat.***
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin





