Kediri, LINGKARWILIS.COM – Unit Gakkum Satlantas Polres Kediri masih mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit mobil Wuling dan beberapa sepeda motor di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada Senin (26/10/2025) siang. Insiden tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Jalan Brawijaya Desa Tulungrejo dan Jalan Akop Desa Pelem.
Dalam kejadian itu, mobil Wuling AG 1519 RG menabrak lima sepeda motor yang terdiri dari Honda Scoopy AG 5762 CJ, Honda Beat AG 6193 EDS, Honda Scoopy AG 3741 EQ, Honda Vario AG 3059 ECK, serta Suzuki Smash tanpa pelat nomor.
Polisi hingga kini belum memintai keterangan dari pengemudi mobil, Rasya Pratama Arfiansyah (18), warga Kendari, Sulawesi Tenggara, lantaran kondisinya masih belum stabil.
“Pengemudi sudah diamankan di kantor. Namun kondisinya masih labil sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Iptu Budi Winariyanto, Senin (27/10/2025).
Baca juga : Dewan Apresiasi Revitalisasi 32 SD Negeri di Kabupaten Kediri
Menurut Budi, pemeriksaan terhadap pengemudi direncanakan dilakukan pada Selasa (28/10/2025), setelah kondisinya kembali tenang. “Belum diketahui penyebab pasti kenapa pengemudi berteriak-teriak. Nanti kalau sudah normal, baru kami ambil keterangannya,” ujarnya.
Terkait dugaan penggunaan narkoba atau alkohol, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara ini belum ditemukan indikasi mengonsumsi miras. Kami tunggu hasil penyelidikan lengkapnya,” tambahnya.
Kecelakaan yang terjadi di dua lokasi itu menyebabkan lima korban luka, termasuk seorang balita berusia empat tahun yang kini masih dirawat di RS Kabupaten Kediri.
“Kondisi balita sudah mulai membaik, tapi belum diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui mobil Wuling yang dikemudikan Rasya membawa dua penumpang, yakni Jean Nur Fadillah (18) dan Keysa (18). Mobil melaju dari arah timur ke barat dan diduga pengemudi berada dalam pengaruh obat terlarang.
Baca juga : Musim Hujan, Petani Cabai di Kediri Diminta Waspadai Serangan Virus Busuk Akar
Setibanya di Jalan Brawijaya Desa Tulungrejo, mobil menabrak Honda Beat AG 6193 EDS yang dikendarai Tursiti (50), warga Jalan Veteran Desa Pelem, yang berboncengan dengan Arjuna (4).
Setelah itu, mobil kembali menabrak Honda Beat AG 6193 EDS milik Nova Dwi Fitriani (20) dari Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, serta Honda Scoopy AG 3741 EQ yang dikemudikan Agus Praya (32), warga Desa Gadungan, Kecamatan Pare.
Namun, setelah menabrak sejumlah kendaraan, pengemudi tidak berhenti dan tidak menolong korban, melainkan terus melajukan mobilnya ke arah barat hingga ke pertigaan Singgahan (Pare Holic), lalu berbelok ke arah selatan.
Di lokasi kedua, mobil kembali menabrak Suzuki Smash tanpa pelat nomor yang dikendarai Abdulloh Kafabihi (19), warga Pasuruan, serta Honda Vario AG 3059 ECK milik Harianto (43), warga Desa Silir, Kecamatan Wates.
Akibat peristiwa itu, empat pengendara motor dan satu penumpang mengalami luka-luka. Di antaranya luka robek di tangan, memar di bahu, dan luka di kepala.
“Korban balita atas nama Arjuna masih dirawat intensif di rumah sakit,” ungkap Kasat Lantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti serta kondisi kejiwaan pengemudi sebelum kecelakaan terjadi.***
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin





