KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Upaya pelestarian budaya bertemu dengan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dalam sebuah kolaborasi unik antara Polsek Kota Kediri dan Rumah Budaya Kediri. Melalui kegiatan bertajuk Terapi MBG (Menyehatkan Badan Gratis), masyarakat Kota Kediri kembali diajak merasakan manfaat pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal, Sabtu (3/5/2025).
Kegiatan sosial yang digelar di Rumah Budaya Kediri, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Pakelan, menghadirkan pendekatan penyembuhan alternatif melalui metode energi alam, bathek, jampi, hingga Emotional Freedom Technique (EFT). Terapi ini menyasar keluhan fisik seperti kelelahan, nyeri, dan gangguan saraf, hingga kondisi psikis seperti stres dan depresi.
Ketua Yayasan Rumah Budaya Kediri, Rindu Rikat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengobatan, melainkan bentuk nyata penghormatan terhadap warisan leluhur yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Bupati Kediri Lepas 764 Calon Jamaah Haji Kloter 5 dan 6
“Budaya kita tidak hanya indah, tapi juga menyembuhkan. Ini bagian dari bakti budaya yang nyata, menyentuh tubuh dan jiwa,” ungkap Rindu, yang juga dikenal sebagai pendiri Waroeng Setono Goerih.
AIPTU Ony Kristiyan, S.H., yang turut berperan sebagai terapis dalam kegiatan ini, menambahkan bahwa pendekatan tradisional membawa dimensi spiritual dan emosional dalam proses penyembuhan yang sering kali tak ditemukan dalam pengobatan medis konvensional.
“Dengan terapi ini, banyak warga merasakan ketenangan yang menyeluruh—bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual,” jelasnya.
Baca juga : Polres Kediri Kota dan Serikat Pekerja Gelar Donor Darah di Momen May Day
Salah satu peserta, Yanto, warga Bandar Melati, mengaku merasa lebih rileks dan tenang usai menjalani terapi. “Baru kali ini saya merasa dipulihkan bukan hanya badan, tapi juga pikiran,” tuturnya.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan secara rutin setiap bulan, menjadi simbol kuat bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





