MOJOKERTO, LINGKARWILIS.COM β Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta melakukan groundbreaking 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri secara nasional, Jumat (13/2) pagi. Peresmian dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, dan diikuti secara virtual oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia.
Di Jawa Timur, kegiatan tersebut disaksikan secara virtual dari Gudang Ketahanan Pangan Polda Jatim di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Sejumlah pejabat negara turut mendampingi Presiden, di antaranya Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Sementara itu, di lokasi Jawa Timur, kegiatan dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakapolda Brigjen Pol Pasma Royce, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono, serta Wakil Bupati Mojokerto Moch Rizal Octavian.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa program SPPG bertujuan meningkatkan status gizi anak, mencegah kekurangan gizi, serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa sebagai bagian dari agenda prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Presiden juga menyoroti penggunaan teknologi dalam operasional SPPG yang telah memenuhi standar Badan Gizi Nasional, dengan mayoritas komponen merupakan produksi dalam negeri.
“Tadi saya lihat alat-alat yang digunakan dirintis oleh Kepolisian. Ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di tray makanan, ada food security test, food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menghasilkan sekitar 4,5 miliar porsi makanan. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 28.000 laporan gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan, namun secara statistik dinilai sangat kecil.
“Berarti apa? 99,999 MBG berhasil. Di mana ada usaha manusia yang 100 persen? Ada, tapi tidak gampang dicapai,” katanya.
Presiden juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan awal, tingkat keamanan pangan program MBG di Indonesia disebut lebih baik dibandingkan beberapa negara maju, meskipun masih dalam tahap verifikasi.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak untuk terus menjaga kualitas dan keamanan pangan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Dengan diresmikannya 1.179 SPPG dan pembangunan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, pemerintah berharap layanan pemenuhan gizi nasional semakin luas dan efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Editor: Ahmad Bayu