Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Pace, Dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Pace, Dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk
Tim BPBD menaikkan jenazah dari sungai ke mobil evakuasi (foto : BPBD Nganjuk)

Nganjuk, LINGKARWILIS.COM — Warga Desa Sanan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, dikejutkan oleh penemuan jenazah pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Pace, Jumat (28/11/2025). Usai dievakuasi, tubuh korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan identifikasi.

Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk, Sutomo, membenarkan laporan tersebut. Pihaknya menerima informasi dari warga sekitar pukul 16.45 WIB dan segera mengirimkan tim ke lokasi kejadian.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Setelah mendapat laporan, tim segera menuju TKP di area sungai Desa Sanan. Evakuasi selesai sekitar pukul 18.30 WIB,” jelas Sutomo.

Proses pengangkatan jenazah dilakukan bersama Tim Inafis Polres Nganjuk, Polsek Pace, perangkat desa, dan warga sekitar. Saat ditemukan, tubuh korban sudah mengalami pembengkakan sehingga sulit dikenali, membuat identitasnya belum dapat dipastikan.

Baca juga : Tingkatkan Kualitas Layanan, DP3AP2KB Kota Kediri Gelar Forum Konsultasi Publik 

Untuk menjaga kemungkinan adanya jejak yang dapat membantu proses penyelidikan, tim lapangan menggunakan perlengkapan khusus saat menarik tubuh korban dari sungai ke daratan.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk upaya identifikasi dan penentuan penyebab kematian.

Sutomo menyampaikan bahwa seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan tertangani dengan baik.
“Alhamdulillah proses berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kabid Kedaruratan dan Logistik memimpin langsung di lapangan,” terangnya.

Baca juga : Kota Kediri Raih Peringkat 2 Nasional dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Hingga kini, BPBD dan kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit untuk mengetahui identitas korban serta penyebab kematiannya.

Di akhir penyampaiannya, Sutomo juga mengingatkan warga agar lebih waspada di musim penghujan dan menghindari aktivitas di sungai yang berarus deras demi mengurangi risiko kecelakaan air.***

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *