TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Volume sampah rumah tangga di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan selama momentum Hari Raya Idulfitri 2026. Dalam sepekan menjelang Lebaran, produksi sampah bahkan menembus angka 1.000 ton.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Ginanjar Eko Santoso, mengungkapkan bahwa pada kondisi normal, produksi sampah mingguan berada di kisaran 930 ton. Namun, menjelang Lebaran 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 1.000 ton.
“Jika dibandingkan hari biasa, terjadi kenaikan sekitar 7,53 persen atau bertambah kurang lebih 70 ton dalam satu pekan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, mayoritas sampah yang dihasilkan merupakan limbah rumah tangga, baik anorganik seperti plastik maupun organik seperti sisa makanan.
Sementara itu, pada sepekan setelah Lebaran, volume sampah mulai menunjukkan penurunan, meskipun masih lebih tinggi dibandingkan hari normal. Data DLH mencatat, periode 23 hingga 29 Maret 2026 menghasilkan sekitar 950 ton sampah.
Baca juga : Sebanyak 700 Pelajar se-Kabupaten Kediri Ikuti Seleksi Paskibraka 2026
Ginanjar menyebut, puncak produksi sampah terjadi pada H-2 Lebaran atau Kamis (19/3/2026). Pada saat itu, proses pengangkutan sampah dilakukan hingga pukul 24.00 WIB di sekitar 200 titik untuk mengantisipasi penumpukan saat hari raya.
“Lonjakan tertinggi terjadi menjelang Lebaran. Setelah itu masih tinggi, tetapi mulai menurun,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan volume sampah dipicu oleh aktivitas masyarakat yang melakukan pembersihan rumah dan lingkungan menjelang Lebaran. Kegiatan tersebut menghasilkan volume sampah yang cukup besar di berbagai wilayah.
Sebaliknya, saat hari H Lebaran, meskipun aktivitas masyarakat meningkat, volume sampah cenderung stabil dan tidak jauh berbeda dari hari biasa.
Baca juga : Bandara Dhoho Kediri Tutup Posko Lebaran 2026, Trafik Penumpang Tumbuh Signifikan
“Pada saat Lebaran, peningkatan tidak terlalu signifikan karena aktivitas harian masyarakat memang sudah tinggi, terutama selama bulan Ramadan,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin