Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Aksi unik sekaligus simbolis dilakukan warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Mereka menanam puluhan pohon pisang di sepanjang jalan desa yang rusak parah sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan perbaikan infrastruktur tersebut.
Akses utama sepanjang kurang lebih 400 meter itu kini tampak berbeda dari biasanya. Deretan pohon pisang berdiri di tengah badan jalan, menutupi sejumlah titik yang berlubang dan tak lagi layak dilalui kendaraan.
Kondisi jalan penghubung antar-desa ini memang sudah memprihatinkan sejak dua tahun terakhir. Lapisan aspal yang awalnya menipis kini nyaris tak tersisa. Lubang-lubang besar menganga di berbagai titik dan kerap berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun, membahayakan pengguna jalan.
Hadi Purnomo, seorang petani setempat, mengaku sangat terdampak oleh kondisi tersebut. Ia yang setiap hari melintas menuju sawah harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.
Baca juga : RTH Simpang Lima Gumul Jadi Destinasi Terfavorit Warga Kediri
“Waktu kemarau saja jalannya sudah rusak parah, apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Banyak lubang yang dalamnya bisa mencapai sekitar 30 sentimeter,” ungkap Hadi, Selasa (3/1/2026).
Warga juga mengaku bahwa insiden kendaraan tergelincir atau terjebak di kubangan sudah menjadi hal biasa. Berbagai keluhan yang disampaikan sebelumnya dinilai belum membuahkan hasil, sehingga memicu aksi protes ini.
Ketua RT 03 Dusun Miren, Sudar, yang memprakarsai aksi tanam pohon pisang, menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan secara damai. Warga sengaja memilih cara kreatif dibandingkan melakukan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami tidak ingin melakukan protes yang anarkis. Penanaman pohon pisang ini selain sebagai simbol protes, juga bisa bermanfaat karena nantinya dapat berbuah,” jelas Sudar.
Baca juga : Prajurit TNI dan Personel Polri Gembleng Siswa MTS Nurul Ula Jamsaren, Kota Kediri, Ini Kegiatannya
Sebelum ditanami, lubang-lubang di jalan terlebih dahulu ditimbun dengan tanah agar bibit pisang dapat tumbuh. Warga menyatakan pohon-pohon tersebut akan tetap dibiarkan berdiri hingga ada kepastian dari pemerintah terkait jadwal perbaikan jalan.
Mereka berharap langkah ini segera mendapat respons dari pihak terkait agar perbaikan dapat dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan lebih banyak korban.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin






