LINGKARWILIS.COM – Rencana Pemerintah Kota Batu untuk membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji menuai penolakan dari warga sekitar.
Lokasi pembangunan yang berdekatan dengan Sumber Umbul Gemulo, salah satu mata air utama di Desa Bulukerto, dianggap berpotensi merusak kelestarian lingkungan dan mengancam produktivitas air bersih.
Hingga kini, pembangunan fasilitas yang termasuk dalam aset Pemkot Batu itu belum direalisasikan. Penolakan warga pun semakin menguat, terutama karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan jangka panjang.
Salah satu tokoh warga sekaligus aktivis pelestarian mata air, Aris Faudin menyatakan bahwa masyarakat dengan tegas menolak pembangunan SPPG di lokasi tersebut.
Ia menyoroti posisi lahan yang terlalu dekat dengan sumber mata air yang bisa mengganggu keseimbangan ekosistem setempat.
“Sebelumnya memang warga setempat hanya dengar desas-desus saja. Tidak menyangka akan benar ditetapkan,” ujar Aris Faudin, Selasa (15/7).
Menurut Aris, pembangunan di sekitar area sumber mata air bisa memicu masalah seperti pencemaran lingkungan, berkurangnya daerah resapan, dan kerusakan ekologis.
Selain itu, lokasi Umbul Gemulo juga dikenal sebagai kawasan sakral yang dijaga secara turun-temurun oleh warga sebagai simbol sumber kehidupan.
Polres Malang Tangani Santri Korban Kekerasan, Fokus Pemulihan Psikis
Menanggapi rencana tersebut, Aris bersama sejumlah pegiat lingkungan dan warga telah menginisiasi pertemuan pada 26 Juni lalu.
Komunitas tersebut tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPA) yang secara resmi menyampaikan permintaan audiensi ke DPRD Kota Batu dan mengundang Wali Kota Batu untuk berdialog langsung.
Langkah ini bertujuan agar Pemkot Batu mempertimbangkan ulang keputusan pembangunan di kawasan mata air.
“Sebenarnya warga mendukung jika akan dibangun SPPG, tapi lokasinya jangan di sana,” tegas Aris.
Reporter :Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





