Jombang, LINGKARWILIS.COM – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 terus dilakukan PTM Jois Club. Klub tenis meja yang berada di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, kini meningkatkan intensitas latihan para atlet mudanya.
PTM Jois Club yang berdiri sejak 5 Februari 2023 tersebut telah menyiapkan empat atlet untuk mengikuti ajang Porprov Jatim 2027. Mereka terdiri dari tiga atlet putra dan satu putri.
Suasana latihan di klub tersebut berlangsung cukup intens. Sekitar 15 atlet berusia 6 hingga 17 tahun mengikuti berbagai program latihan di bawah arahan pelatih. Meski harus menjalani latihan dengan menguras tenaga, para atlet tetap terlihat bersemangat mengikuti setiap instruksi.
Pelatih tenis meja sekaligus atlet nasional, Silir Rovani, mengatakan program latihan PTM Jois Club dibagi dalam dua sesi.
Latihan dimulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dengan materi bola banyak. Setelah jeda istirahat, latihan dilanjutkan menggunakan metode bola satu untuk meningkatkan ketepatan dan kualitas pukulan atlet.
Baca juga : Kakek 80 Tahun Tewas Tenggelam Usai Selamatkan Kambing di Dam Sky Perak Jombang
“Kegiatan di PTM Jois Club hari ini latihan tenis meja dibagi dua sesi. Jam pertama pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB latihan bola banyak, habis itu istirahat, kemudian dilanjutkan dengan latihan bola satu untuk memantapkan pukulan anak-anak,” terang Silir Rovani kepada awak media, Rabu (30/9/2026).
Menghadapi Porprov Jatim 2027, menurut Silir, latihan rutin saja belum cukup. Para atlet juga dipersiapkan melalui pertandingan dan tryout ke luar daerah agar memiliki pengalaman bertanding sekaligus mengasah mental.
“Persiapannya harus banyak latihan, banyak bertanding, dan banyak tryout keluar. Treatment di PTM Jois Club ini lebih banyakin latihan, fisik yang banyak, dan latihan mental,” ungkapnya.
PTM Jois Club sendiri merupakan klub yang dikelola keluarga Silir. Kecintaan terhadap tenis meja menjadi salah satu alasan keluarga tersebut membangun klub untuk ikut mengembangkan olahraga pingpong di Jombang.
“PTM Jois Club ini milik sendiri, milik keluarga. Kebetulan saya basicnya dari pingpong, kakak juga setelah pensiun akhirnya buka bola pingpong. Awalnya pengennya anak yang meneruskan untuk Jombang ke depannya, untuk Nasional,” ujarnya.
Untuk keikutsertaan pertama di Porprov Jatim, Silir menyebut pihaknya tidak memasang target yang terlalu tinggi. Mengingat sebagian besar atlet masih duduk di bangku SMP dan SMA, menembus babak semifinal sudah dinilai sebagai pencapaian yang cukup baik.
Baca juga : Debit Air Menurun, Pemkab Kediri Dropping Air Bersih untuk 500 Warga Desa Surat
“Untuk target di Porprov Jatim, rata-rata atletnya anak-anak SMP, SMA. Targetnya baru pertama kali ikut Porprov Jatim masuk semifinal, mungkin sudah bagus. Lihat lawan-lawannya banyak yang senior-senior,” jelas Silir.
Salah satu atlet yang dipersiapkan, Anugrah Fauzi Mubin atau Izul, mengaku telah mengenal tenis meja sejak duduk di kelas 5 SD. Menjelang Porprov, ia berupaya meningkatkan latihan, termasuk melakukan latihan fisik secara mandiri dan mengikuti berbagai pertandingan.
“Untuk persiapan menghadapi Porprov Jatim 2027 tentunya latihannya lebih giat lagi, terus latihan fisik sendiri di rumah, sama mengikuti pertandingan-pertandingan untuk melatih mental,” imbuh Izul.
Izul menyebut latihan di PTM Jois Club berlangsung empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat.
Pengalaman bertanding juga menjadi bekal penting baginya. Pada Kejurnas di Jakarta sebelumnya, Izul berhasil mencapai babak delapan besar.
“Terakhir bertanding di Kejurnas di Jakarta masuk di delapan besar. Harapannya nanti di Porprov Jatim bisa bermain lebih baik dan bisa mendapatkan juara,” pungkasnya.
Di balik pembinaan atlet muda PTM Jois Club terdapat sosok Siswono (67), pemilik klub yang telah lama berkecimpung di dunia tenis meja. Pria yang akrab disapa Pak Sis tersebut mengaku mulai menekuni olahraga ini sejak 1985.
Ia pernah menjadi pelatih PTM Gudang Garam Sanjaya selama sekitar dua tahun. Setelah itu, Siswono kembali melatih secara mandiri di rumah sebelum sempat berhenti selama kurang lebih 15 tahun.
“Berdiri tahun 5 Februari 2023, PTM Jois Club menekuni tenis meja. Saya tahun 1985 sejak 41 tahun lalu sudah menjadi pelatih. Pernah melatih PTM Gudang Garam Sanjaya selama kurang lebih 2 tahun, setelah itu pulang latih rumahan dan sempat vakum 15 tahun. Setelah itu buat lagi mendirikan PTM Jois Club tahun 2023,” kenang Siswono.
Pengalaman membina atlet juga diturunkan kepada anak-anaknya. Putra sulungnya, Kukun Sisdo Mubarat, sudah dilatih tenis meja sejak kelas 3 SD. Setahun kemudian, Kukun berhasil meraih prestasi tingkat Jawa Timur sebelum akhirnya bergabung dengan klub Gudang Garam.
Siswono kemudian melatih putranya yang lain, Silir. Saat berusia 12 tahun, Silir berhasil menjadi juara O2SN di Jakarta ketika masih memperkuat Jombang.
“Setelah Kukun masuk di GG kemudian melatih adiknya Silir, umur 12 tahun Silir juara O2SN di Jakarta waktu itu Silir masih atlet Jombang dan setelah SMP Silir bergabung bersama kakaknya. Sekarang Kukun berkat prestasinya diangkat ASN dari Kemenpora RI,” tambahnya.
Menurut Siswono, berdirinya PTM Jois Club bermula dari keinginan cucunya untuk berlatih tenis meja. Dari keinginan tersebut, ia kemudian membangun gedung olahraga yang kini menjadi pusat pembinaan atlet muda.
Peserta latihan PTM Jois Club kini tidak hanya berasal dari Jombang. Sejumlah atlet dari luar daerah, termasuk Kalimantan, Pasuruan, dan Tuban, juga mengikuti pembinaan di klub tersebut.
“Rata-rata dari luar kota Kalimantan, Pasuruan, Tuban, Jombang yang berlatih di sini. Kami juga menyediakan mess untuk yang dari jauh,” ujar Pak Sis.
Dengan program latihan rutin, pengalaman bertanding, serta dukungan fasilitas, PTM Jois Club terus membina atlet-atlet muda agar mampu bersaing di level Jawa Timur hingga nasional.
Porprov Jatim 2027 pun menjadi salah satu panggung penting bagi empat atlet PTM Jois Club untuk menguji hasil pembinaan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin


Response (1)