KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Memasuki puncak libur Natal, kawasan wisata religi Goa Maria Puhsarang di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, mendapat pengamanan intensif dari Pos Pengamanan (Pos Pam) Polsek Semen yang bersinergi dengan TNI, tenaga kesehatan, serta Dinas Perhubungan, Minggu (28/12/2025).
Sejak pagi hari, personel gabungan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Misa Natal yang diikuti sekitar 200 jemaat dari berbagai daerah di sekitar Puhsarang.
Padal Pos Pam Puhsarang, IPTU Sulis Setiawan, menjelaskan bahwa pengamanan tidak hanya terfokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga mencakup pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kepadatan kendaraan di jalur utama menuju kawasan wisata religi tersebut.
Baca juga : Pastikan Operasi Lilin Berjalan Optimal, Kapolres Kediri Cek Pospam–Posyan hingga Jalur Perbatasan
“Tadi pagi kami melaksanakan pengamanan Misa Natal dengan jumlah jemaat sekitar 200 orang. Pada hari biasa, justru jumlah pengunjung bisa lebih banyak. Karena itu, bersama Polsek Semen kami rutin melakukan pengamanan di Simpang Tiga Badak untuk mengantisipasi kemacetan,” ungkap Sulis.
Ia menambahkan, pengamanan akan terus ditingkatkan hingga memasuki pergantian tahun sebagai langkah antisipatif dalam menyambut Tahun Baru 2026.
“Dalam rangka pengamanan Tahun Baru 2026, kami tetap siaga dan waspada, baik di sekitar gereja maupun Pos Pam wilayah Polsek Semen, khususnya kawasan Puhsarang,” tegasnya.
Sulis juga berharap seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Semen serta wilayah hukum Polres Kediri Kota dapat berlangsung aman dan kondusif.
“Harapan kami dari akhir 2025 menuju 2026, situasi kamtibmas di wilayah Semen dan sekitarnya, khususnya di wilayah hukum Polres Kediri Kota, tetap aman, tertib, dan terkendali,” pungkasnya.
Keberadaan Pos Pam Puhsarang dinilai memiliki peran strategis, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata religi dengan tingkat kunjungan tertinggi di Kabupaten Kediri selama momentum Natal dan Tahun Baru.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





