Puskesmas Sukorame Gelar FKP Lintas Sektor, Sosialisasikan Kebijakan Baru Layanan Kesehatan

Puskesmas Sukorame Gelar FKP Lintas Sektor, Sosialisasikan Kebijakan Baru Layanan Kesehatan
Puskesmas Sukorame Gelar FKP Lintas Sektor, Sosialisasikan Kebijakan Baru Layanan Kesehatan (Ely)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – UPT Puskesmas Sukorame menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) bersama lintas sektor di aula Puskesmas Sukorame, Jalan Veteran No. 50A Kota Kediri, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan mutu pelayanan sekaligus sosialisasi sejumlah kebijakan baru di bidang kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Sukorame, dr. Melda Nisrina Arista Mawarty, menjelaskan bahwa FKP dilaksanakan mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik. Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara penyelenggara layanan, masyarakat, serta unsur lintas sektor untuk membahas rancangan kebijakan dan berbagai persoalan pelayanan publik.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Melalui FKP ini, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar dipahami dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar dr. Melda.

Salah satu kebijakan yang disosialisasikan adalah kewajiban Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Mulai 1 Januari 2026, seluruh peserta layanan kesehatan diwajibkan menjalani skrining minimal satu kali dalam setahun.

Baca juga : Prajurit TNI dari Koramil 0809/03 Mojoroto Temani Siswa TK A Santa Maria Kediri dalam Giat Outbound

Menurut Melda, skrining ini bertujuan mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit kronis agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Peserta yang belum melakukan skrining berpotensi mengalami kendala administratif saat mengakses layanan medis maupun konsultasi dokter.

“Kami berharap masyarakat proaktif melakukan skrining karena ini bagian dari upaya pencegahan, bukan sekadar administrasi,” tegasnya.

Dalam forum tersebut juga dipaparkan evaluasi dan penyempurnaan sistem layanan, termasuk perbaikan alur klaster pelayanan. Jika sebelumnya pasien kerap merasa kebingungan, kini alur layanan disebut lebih tertata dan diperkuat melalui sosialisasi lewat banner maupun media sosial.

Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) kembali ditegaskan sebagai syarat wajib saat pendaftaran imunisasi, guna memastikan pencatatan riwayat kesehatan anak berjalan optimal.

Selain itu, Puskesmas Sukorame mulai menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). Pendekatan ini mengubah pola pelayanan yang sebelumnya berbasis program terpisah seperti gizi dan KB menjadi layanan terintegrasi berdasarkan siklus hidup (life cycle). Dengan sistem ini, kebutuhan kesehatan pasien dapat ditangani secara komprehensif dalam satu kunjungan sehingga lebih efektif dan efisien.

Baca juga : Tiba-Tiba, Baliho Bergambar Wali Kota Kediri Tumbang, Kabel Telepon Terputus

Kegiatan yang juga dikemas dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara puskesmas, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran OPD terkait, unsur tiga pilar, serta perwakilan lintas sektor.***

Reporter: Agus Ely Burhan

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *