KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Suasana Ramadan di Kota Kediri semakin semarak dan penuh nuansa religius. Warung Setono Goerih (WSG) menggelar Ramadan Fest yang menghadirkan lomba menyanyi kopyokan, pengajian, hingga santunan anak yatim di Jalan Untung Suropati No. 25, Pakelan, Kota Kediri, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan ngabuburit, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai komunitas penyanyi dari sejumlah daerah seperti Kediri, Pare, Jombang hingga Malang.
Salah satu perwakilan peserta asal Kediri, Abe Oneiro, mengatakan Ramadan Fest digelar sebagai bentuk apresiasi kepada komunitas-komunitas yang selama ini rutin berkumpul dan bernyanyi di Warung Setono Goerih.
“Ramadan Fest ini dihadirkan untuk memberikan wadah bagi teman-teman komunitas yang sering bernyanyi di sini. Konsepnya santai tanpa juri agar suasana tetap akrab, penuh kebersamaan, sekaligus menjadi hiburan positif sambil menunggu waktu berbuka puasa,” jelasnya.
Baca juga : Ronda Sahur Langka di Kota Kediri, Pemuda Manisrenggo Hidupkan Tradisi Lama
Selain lomba menyanyi kopyokan, kegiatan juga diisi dengan pengajian dan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Nur Hakim Syakh, pengasuh Pondok Pesantren Al Barokah, Kebanan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya memiliki ilmu sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
“Ilmu adalah cahaya yang akan menuntun manusia menuju kebaikan. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah tersesat. Maka di bulan Ramadan ini mari kita memperbanyak belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya di hadapan para peserta dan pengunjung.
Acara ini juga menghadirkan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim yang diberikan menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk kepedulian kepada sesama di bulan penuh berkah.
Peserta lomba datang dari berbagai daerah. Salah satunya Arif dan Yogi Gundul, peserta asal Malang yang mengaku antusias bisa ikut meramaikan acara tersebut.
Baca juga : Jelang Lebaran, Showroom Arif Motor Kediri Diserbu Pembeli Motor Bekas
“Senang sekali bisa ikut Ramadan Fest di Kediri. Selain menyalurkan hobi bernyanyi, kami juga bisa bertemu teman-teman komunitas dari berbagai daerah. Suasananya hangat dan penuh kekeluargaan,” ungkapnya.
Untuk memacu semangat peserta, panitia menyediakan piala serta uang pembinaan. Juara pertama memperoleh Rp500 ribu, juara kedua Rp400 ribu, dan juara ketiga Rp300 ribu. Sementara juara harapan satu hingga tiga masing-masing mendapatkan Rp100 ribu.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik seperti beras, kain, dan hadiah lainnya yang dibagikan kepada peserta.
Sementara itu, Rindu Rikad, Ketua Yayasan Rumah Budaya sekaligus pemilik Warung Setono Goerih, menegaskan bahwa Ramadan Fest merupakan upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi para pecinta seni sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di bulan suci.
“Melalui kegiatan ini kami ingin Warung Setono Goerih menjadi rumah bagi komunitas seni dan budaya. Tidak hanya berkarya, tetapi juga saling mendukung dalam kebersamaan yang positif, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya.
Ia berharap Ramadan Fest dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang dinantikan para komunitas seni.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan semakin banyak komunitas yang terlibat, sehingga Kota Kediri semakin dikenal sebagai kota yang kaya talenta seni sekaligus menjunjung nilai kebersamaan,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

