Ronda Sahur Langka di Kota Kediri, Pemuda Manisrenggo Hidupkan Tradisi Lama

Ronda Sahur Langka di Kota Kediri, Pemuda Manisrenggo Hidupkan Tradisi Lama dengan Alat Sederhana
Ronda Sahur Langka di Kota Kediri, Pemuda Manisrenggo Hidupkan Tradisi Lama dengan Alat Sederhana (Bidu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Tradisi ronda sahur yang kini mulai jarang ditemui di kawasan perkotaan ternyata masih terjaga di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. Tepatnya di lingkungan RT 02 RW 01, sekelompok pemuda setempat secara sukarela berkeliling kampung untuk membangunkan warga makan sahur selama bulan Ramadan, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dengan penuh semangat kebersamaan, para pemuda tersebut menyusuri gang-gang perkampungan sambil berseru mengingatkan warga agar segera bangun untuk sahur. Suara mereka berpadu dengan irama bunyi-bunyian dari alat sederhana yang dibawa sepanjang perjalanan.

bayar PBB Kota Kediri

Menariknya, alat yang digunakan bukan instrumen musik modern, melainkan barang-barang seadanya yang mengingatkan pada suasana tempo dulu. Di antaranya kaleng bekas cat, botol kaca, hingga ember plastik yang dipukul berirama sehingga menghasilkan bunyi khas.

Baca juga : Comeback Dramatis, Persik Kediri Taklukkan PSBS Biak 2-1 di Stadion Brawijaya

Bahkan saat melintas di dekat tiang listrik atau benda keras lainnya, mereka turut menabuhnya untuk menambah gema suara agar lebih terdengar hingga ke rumah-rumah warga.

Suasana tersebut menciptakan nuansa Ramadan yang hangat dan penuh nostalgia. Tradisi sederhana ini justru menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang terbangun menjelang waktu sahur.

Salah satu warga, Zamani, yang tinggal di RT 05 RW 01, mengaku senang dengan adanya ronda sahur yang dilakukan para pemuda tersebut.

“Sekarang ini jarang sekali ada ronda sahur di kota. Biasanya orang pakai alarm atau HP. Tapi di sini masih ada anak-anak muda yang mau keliling membangunkan warga. Suasananya jadi terasa seperti zaman dulu,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar membangunkan sahur, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan sekaligus upaya menjaga tradisi lama yang mulai hilang di tengah kehidupan modern.

Baca juga : Kedekatan Satgas TMMD Kodim Kediri dan Siswa Warnai Aktivitas di SDN Gadungan 4

Warga pun berharap tradisi ronda sahur seperti ini dapat terus dipertahankan setiap Ramadan. Selain mempererat hubungan antarwarga, kegiatan tersebut juga menjadi warna tersendiri yang membuat suasana kampung terasa lebih hidup.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto