KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, sekitar 500 warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, serentak turun ke area pemakaman kelurahan dalam kegiatan kerja bakti massal, Minggu (1/2/2026). Aksi gotong royong ini sekaligus menandai dimulainya program Makam Digital “Ngadisimo”.
Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai tradisi menjelang Ramadan yang diperkirakan tiba pertengahan Februari, tetapi juga sebagai langkah konkret menata pemakaman agar lebih bersih, rapi, tertib, serta terintegrasi dengan sistem digital.
Lurah Ngadirejo, Heru Sugiarto, menjelaskan bahwa program Makam Digital Ngadisimo merupakan inisiatif Kelurahan bersama LPMK, LKK, dan Karang Taruna yang mendapat respons positif dari masyarakat.
“Hari ini kita lihat sendiri kekompakan warga Ngadirejo. Makam tidak hanya dibersihkan, tetapi juga mulai didata secara digital. Ke depan, masyarakat bisa mencari lokasi makam keluarga atau leluhur melalui akses internet dengan lebih mudah,” kata Heru.
Baca juga : Suasana Haru Mengiringi Pelepasan Purnatugas Kepala MAN 2 Kota Kediri, Kepala Kemenag : Purnatugas Adalah KeniscayaanIa menambahkan, pendataan digital mencakup identitas ahli waris berdasarkan KTP dan KK, sehingga keberadaan makam tetap tercatat dan terawat lintas generasi.
“Meski ahli waris sudah lama tidak tinggal di sini, data keluarga tetap tersimpan dan bisa diakses kapan pun. Ini menjadi investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam perencanaan selanjutnya, Makam Ngadirejo akan ditata lebih representatif dengan dukungan anggaran sekitar Rp50 juta, baik dari dana kelurahan maupun program pemerataan pembangunan Pemerintah Kota Kediri.
Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pemasangan lampu penerangan makam, pengecatan area pemakaman, penataan akses jalan, serta penghijauan dengan tanaman dan bunga. Harapannya, makam tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga nyaman dan layak dikembangkan sebagai destinasi wisata religi.
Dukungan terhadap program ini datang dari Anggota DPRD Kota Kediri Fraksi PKB, Afif Fachrudin Wijaya, yang turut hadir dan bergotong royong bersama warga.
Baca juga : Ratusan Tenaga Pendidik se-Kota Kediri Gelar Ibadah dan Perayaan Natal, Perkuat Spiritualitas Guru
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Membersihkan makam menjelang Ramadan adalah bentuk kepedulian sekaligus memperkuat kebersamaan. Program Makam Digital ini visioner dan layak menjadi contoh bagi kelurahan lain, baik di Kota Kediri maupun di daerah lain di Indonesia,” ujar Afif.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan fasilitas makam sesuai ketersediaan anggaran.
“Anggaran memang terbatas, sekitar Rp 50 juta, tetapi akan kita optimalkan. Jika nanti ada peluang tambahan, tentu akan kita dorong. Yang paling penting, masyarakat sudah kompak dan mendukung penuh,” tegasnya.
Menurut Afif, soliditas warga Ngadirejo menjadi modal utama agar makam tidak hanya dipandang sebagai tempat pemakaman, tetapi juga ruang penghormatan yang tertata, manusiawi, dan berkelanjutan.
Dukungan serupa disampaikan Sertu Jadmiko, Babinsa Ngadirejo Koramil 01/0809 Kediri. Ia menegaskan keterlibatan TNI merupakan wujud komitmen memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami siap mendukung kegiatan positif masyarakat. Gotong royong seperti ini mempererat kebersamaan, menjaga lingkungan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Ini contoh nyata sinergi antara warga, pemerintah, dan TNI,” ujar Sertu Jadmiko.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





