Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Tingginya kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara di bawah umur di wilayah Lamongan menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Berdasarkan data Satlantas Polres Lamongan, sepanjang Juni hingga Juli 2025, tercatat lebih dari 10 kejadian laka lantas yang melibatkan pelajar.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Satlantas Polres Lamongan intensif menggelar kampanye keselamatan berkendara melalui Operasi Patuh Semeru 2025. Salah satu titik sosialisasi dilakukan di Yayasan Al Mizab, Lamongan, dengan menyasar siswa sebagai kelompok rentan.
Dalam kegiatan ini, petugas membagikan brosur edukatif serta menyampaikan imbauan penting seputar keselamatan lalu lintas secara langsung kepada para siswa dalam suasana yang komunikatif.
Baca juga : Operasi Wira Waspada, Imigrasi Kediri Amankan Tiga WNA Pelanggar Izin Tinggal
Edukasi yang diberikan mencakup risiko mengemudi tanpa surat izin (SIM), pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, dan kewajiban menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm berstandar SNI.
Aipda Arif Andriyono bersama Aipda Eko Agus yang memimpin kegiatan menegaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini agar pelajar tidak terlibat sebagai pelaku maupun korban kecelakaan.
“Kami tekankan agar siswa tidak memaksakan diri berkendara jika belum cukup umur. Selalu pakai helm, hindari melawan arus, jangan membonceng lebih dari satu orang, dan utamakan keselamatan daripada kecepatan,” ujar Aipda Arif.
Baca juga : Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Kabupaten Kediri Gencarkan Patroli dan Pangkas Ranting Pohon
Ia juga mengingatkan bahaya menggunakan ponsel saat berkendara. “Ingat, keluarga menunggu di rumah. Berkendara dengan bijak adalah wujud tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





