Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Usai sudah Operasi Patuh Semeru 2024 yang dilakukan Satlantas Polres Nganjuk bersama stakeholder.
Operasi Patuh Semeru 2024 yang digelar Satlantas Polres Nganjuk ini dilaksanakan selama 14 hari, mulai 15 Juli 2024 sampai 28 Juli 2024, dalam bentuk kamseltibcarlantas.
Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Achmat Rochan mengatakan, Operasi Patuh Semeru 2024 ini mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis yang didukung penegakan hukum lantas secara elektronik, yakni statis dan mobile.
“Semua ini dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Kabupaten Nganjuk khususnya,” ujar AKP Achmat Rochan, Jumat (2/8/2024).
Dijelaskan, salah satu upaya yang dilakukan dalam operasi ini adalah pengembangan dan penerapan tilang elektronik (E-Tilang) melalui kegiatan E-TLE dan Incar.
Dengan sistem tilang elektronik, pihaknya dapat memantau dan menindak pelanggaran lalu lintas secara lebih efektif dan efisien.
“Pada Operasi Patuh Semeru 2024 ini sebanyak 6.587 pelanggaran lalu lintas dapat ditindak,” kata Kasatlantas Polres Nganjuk.
Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Setujui Raperda RPJPD 2025-2045 dan KUPA PPAS 2024 Tepat Waktu
Dari 6.587 pelanggaran lalu lintas yang ditindak itu, lanjut Rochan, teguran mencapai angka tertinggi yakni, 4.374. Disusul dengan ETLE mobile sebanyak 957, ETLE statis 792, dan tilang manual 464.
“Paling banyak pelanggaran tidak mengenakan helm SNI bagi R2, dan tidak mengenakan sabuk pengaman bagi R4,” kata AKP Achmat Rochan.
Kasatlantas Polres Nganjuk menjelaskan, selama Operasi Patuh Semeru 2024 berlangsung, ada sebanyak 25 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Nganjuk.
“Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan Operasi Patuh Semeru 2023 lalu, yakni sebanyak 37 kejadian,” urainya.
“Dari 25 kejadian laka lantas, tidak ada korban meninggal dunia, 1 korban luka berat, 66 luka ringan, dan kerugian material mencapai Rp 50.400.000,” imbuhnya.
AKP Achmat Rochan menambahkan, dalam operasi ini pihaknya mengambil langkah strategis dengan mengedepankan kegiatan yang bersifat persuasif dan edukatif, dengan menggelar sosialisasi dan edukasi tertib berlalulintas.
“Kami bersosialisasi melalui media, dan juga radio. Sosialisasi dan edukasi tertib berlalulintas.juga kami lakukan di SD Aisiyah 1 Nganjuk.
“Selain itu, kami juga memberikan berbagai brosur terkait budaya disiplin dan keselamatan berlalu lintas kepada orang tua dan guru yang hadir dalam kegiatan tersebut,” tutu AKP Achmat Rochan.***
Editor : Hadiyin





