Blitar, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Blitar menggelar diskusi terbuka dalam rangka refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin dan Elim Tyu Samba.
Diskusi yang dikemas dalam tajuk “Ngopi Ramadan: Ngobrol Gagasan dan Opini Publik Inklusif” itu digelar di kompleks Monumen PETA, Minggu malam (01/3/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Pers Nasional 2026. Tema yang diangkat yakni “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan Lima Tahun ke Depan.”
Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Hakim Sisworo, mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi pegiat media, warga, hingga influencer untuk menyampaikan gagasan dan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan selama setahun terakhir.
“Diskusi berlangsung gayeng. Selama setahun ini, Mas Ibin mampu membawa Kota Blitar ke arah yang lebih baik. Itu terlihat dari raihan penghargaan di berbagai bidang,” ujarnya.
Baca juga : Sumringah ! Puluhan ASN Kota Kediri Naik Pangkat, Ini Pesan Wali Kota Kediri
Ia menyebutkan, sedikitnya 70 penghargaan berhasil diraih, mencakup sektor pelayanan publik, kesehatan, lingkungan, hingga pengelolaan anggaran. Capaian tersebut menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi pelayanan bagi masyarakat.
Mas Ibin menegaskan, penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah kota mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Meski demikian, ia tetap membuka ruang kritik dan masukan.
“Kami optimistis bisa lebih baik lagi. Karena itu kami membuka ruang seluas-luasnya untuk rembug bareng, bagaimana membawa Kota Blitar semakin maju,” katanya.
Di tengah capaian tersebut, Pemkot Blitar juga menghadapi tantangan kebijakan nasional, salah satunya efisiensi anggaran. Pemangkasan anggaran hingga lebih dari Rp140 miliar memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian strategi agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Baca juga : Meski Unggul Jumlah Pemain Namun Persik Kediri Tumbang 1-2 dari Persis Solo
“Ini berat, tapi harus disikapi dengan bijak. Daerah harus kreatif. Kami genjot pendapatan asli daerah (PAD) agar tetap bisa memberikan layanan terbaik,” jelasnya.
Sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dipastikan tetap berjalan, seperti bantuan beras kesejahteraan, pendidikan gratis, dan layanan kesehatan.
Untuk mendongkrak PAD, Pemkot Blitar fokus mengembangkan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata. Salah satu rencana strategis adalah pembangunan Blitar Trade Centre (BTC) sebagai pusat perdagangan terpadu yang mewadahi pelaku usaha, khususnya entrepreneur muda.
“Targetnya PAD harus naik. BTC akan menjadi ruang bertemunya pedagang dan pembeli dalam satu kawasan terpadu,” ujarnya.
Dampak efisiensi anggaran juga berimbas pada kebijakan internal, termasuk penataan ulang tenaga harian lepas atau outsourcing serta penyesuaian tunjangan kinerja ASN.
“Semua harus ditata ulang dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Kami akan terus berinovasi demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





