Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Program bantuan becak listrik bagi tukang becak terus berlanjut. Setelah 200 unit disalurkan, Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sasaran distribusi lanjutan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menyalurkan ratusan becak listrik tambahan bagi tukang becak, khususnya yang telah lanjut usia.
Becak listrik tersebut diharapkan menjadi aset produktif bagi para penerima, sehingga tetap memiliki sarana kerja yang layak dan lebih ramah fisik di usia senja.
Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik Sudaryati Geyang, menyampaikan bahwa hingga kini sebanyak 200 unit becak listrik telah diterima tukang becak di Tulungagung. Pada tahun 2026, jumlah tersebut akan kembali ditambah dengan 200 unit tambahan.
“Untuk Tulungagung akan kami tambah lagi 200 unit, selama masih ada penerima yang memenuhi kriteria,” ujar Nanik, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan pihaknya telah menyalurkan sekitar 6.000 becak listrik kepada tukang becak di Pulau Jawa. Pada bulan ini, distribusi ditargetkan mencapai 10.000 unit. Adapun target jangka panjang hingga 2028, penyaluran becak listrik di Pulau Jawa ditargetkan menembus angka 82 ribu unit.
Baca juga : Cegah Gangguan Listrik Saat Musim Hujan, PLN UP3 Kediri Pangkas Pohon di Jalan Adi Sucipto
Menurut Nanik, program ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo agar tidak ada lagi tukang becak, terutama lansia, yang harus mengandalkan tenaga fisik untuk menarik becak. Dengan becak listrik, para tukang becak tetap dapat bekerja tanpa harus mengayuh.
Ia mengungkapkan, gagasan distribusi becak listrik tersebut berawal dari kondisi tukang becak lansia di Tulungagung yang masih harus bekerja keras di jalan. Kondisi itu disebut menyentuh hati Presiden Prabowo hingga mendorong lahirnya program tersebut.
“Ketika kami sampaikan masih banyak lansia di Tulungagung yang mengayuh becak, Presiden sangat tersentuh. Bahkan sebelum menjabat Presiden, beliau sudah memesan becak listrik pada awal 2024,” tuturnya.
Selain sebagai sarana kerja, becak listrik ini juga dimaksudkan sebagai aset bernilai ekonomi sekitar Rp22 juta bagi para penerima. Oleh karena itu, penerima bantuan dilarang memperjualbelikan becak listrik yang diberikan.
Baca juga : Lucas Gama Resmi Tinggalkan Persik Kediri, Dipinjamkan ke PSS Sleman
Setelah penyaluran di Jawa Timur rampung, distribusi akan dilanjutkan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selanjutnya, program ini akan diperluas ke wilayah di luar Pulau Jawa.
“Keinginan Presiden jelas, tidak ada lagi lansia yang harus menarik becak dengan tenaga manusia. Becak listrik ini adalah solusi untuk mewujudkan komitmen tersebut,” pungkas Nanik.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin


