KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kediri melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Adi Sucipto, Kota Kediri, Kamis (10/01). Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi gangguan jaringan, khususnya di tengah intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang.
Pemangkasan difokuskan pada pohon-pohon yang dinilai berpotensi bersinggungan dengan jaringan listrik, baik tegangan menengah maupun rendah. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan aliran listrik apabila dahan atau ranting menyentuh kabel, terutama saat cuaca ekstrem.
Petugas PLN UP3 Kediri, Yuwono, menjelaskan bahwa seluruh proses pemangkasan dilakukan dengan mengedepankan faktor keselamatan serta telah melalui tahapan perizinan dan koordinasi lintas instansi.
Baca juga : Pemkot Kediri Berlakukan Sistem Satu Arah di Jalan Stasiun, Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Kota
“Pelaksanaan pemangkasan di Jalan Adi Sucipto ini telah berkoordinasi dan mendapatkan persetujuan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri. Tujuannya agar jaringan listrik tetap aman dan pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu,” ujarnya.
Menurut Yuwono, kegiatan serupa tidak hanya terpusat di satu lokasi. PLN UP3 Kediri juga melakukan pemetaan dan pemantauan rutin di sejumlah wilayah lain yang memiliki potensi gangguan serupa, terutama di area dengan pepohonan besar yang berdekatan dengan jalur kabel listrik.
“Jika dalam pemantauan kami ditemukan pohon atau ranting yang berisiko tumbang dan mengancam jaringan, maka akan segera dilakukan penanganan,” tambahnya.
Program pemangkasan ini merupakan bagian dari langkah preventif PLN dalam meminimalkan potensi gangguan listrik selama musim hujan, sekaligus menekan risiko pemadaman mendadak akibat faktor alam.
PLN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan kondisi jaringan listrik atau pohon yang dinilai berbahaya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





