Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang semakin tinggi, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nganjuk mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan akibat cuaca ekstrem, mulai dari hujan deras, angin kencang, hingga genangan dan banjir.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi guna menjaga keselamatan pelanggan sekaligus memastikan pemanfaatan listrik tetap aman dan nyaman selama musim hujan.
Manajer PLN ULP Nganjuk, Risal Yudha Wicaksono, menyampaikan bahwa periode musim hujan merupakan waktu paling rentan terjadinya gangguan kelistrikan, seperti korsleting, kerusakan instalasi, hingga hubungan arus pendek.
“Air merupakan faktor paling berbahaya bagi listrik. Saat hujan deras, potensi gangguan meningkat signifikan. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih disiplin dan berhati-hati dalam menggunakan listrik,” ujar Risal, Selasa (16/12/2025).
Baca juga : Sebanyak 2.595 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Wali Kota Kediri Tekankan Peningkatan Kompetensi dan Mutu Layanan
Ia menjelaskan, sejumlah kejadian yang kerap muncul saat musim hujan antara lain kabel yang lembap hingga memicu percikan api, MCB yang sering turun akibat beban berlebih, kerusakan perangkat elektronik karena sambaran petir, hingga kebakaran rumah yang disebabkan instalasi listrik yang sudah tidak layak.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, PLN ULP Nganjuk mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan kepada masyarakat. Warga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan sesuai standar. Apabila ditemukan kabel terkelupas atau sambungan yang tidak aman, perbaikan harus segera dilakukan oleh tenaga teknis berkompeten.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak membiarkan peralatan listrik dan stop kontak terkena air, terutama saat terjadi banjir. Air yang bersentuhan langsung dengan arus listrik dapat memicu korsleting dan membahayakan keselamatan penghuni rumah.
PLN juga menekankan pentingnya penggunaan perangkat pengaman seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) dan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) yang berfungsi memutus arus listrik secara otomatis saat terjadi gangguan maupun kebocoran arus.
Baca juga : Kantongi Izin Keamanan, Persik Kediri vs Persis Solo Dipastikan Digelar di Stadion Brawijaya
Risal juga mengimbau warga untuk mencabut steker peralatan elektronik ketika hujan lebat disertai petir. Lonjakan arus akibat sambaran petir berpotensi merusak perangkat elektronik dan sistem kelistrikan rumah.
“Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk menjaga keselamatan kelistrikan di lingkungan masing-masing. Dengan pencegahan sejak dini dan kepatuhan terhadap panduan keselamatan, risiko bahaya listrik dapat diminimalkan meskipun cuaca ekstrem,” pungkasnya.***
Reporter : Inna Dewi Fatima
Editor : Hadiyin





