Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki musim hujan dengan curah tinggi, debit air Sungai Brantas kembali mengalami peningkatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir sungai. Termasuk para pemancing, BPBD meminta agar menjaga jarak aman demi menghindari risiko terpeleset dan terseret arus.
Peringatan ini diberikan karena sejumlah insiden kerap terjadi saat debit air Sungai Brantas naik, seperti warga yang terseret arus ketika memancing, buang air besar, maupun menjaring ikan saat kondisi flusing. BPBD meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, mengingatkan warga yang bermukim di sekitar aliran sungai besar tersebut agar selalu menjaga kewaspadaan.
Baca juga : Kediri Merdeka Run Tetap Digelar Setelah Sempat Tertunda Karena Kerusuhan, Ini Jadwalnya
Menurutnya, meski permukaan air terlihat tenang, arus di bawahnya dapat berputar sangat kuat dan berpotensi menghanyutkan siapa saja yang terlalu dekat dengan sungai.
“Setiap ada pertemuan warga di kantor desa, kami selalu menyampaikan imbauan secara langsung. Kami juga memasang banner peringatan mengenai keselamatan saat debit air Sungai Brantas meningkat,” jelas Joko.
Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama bagi warga yang sering memancing atau menjaring ikan saat flusing. Pada periode November 2025 hingga Februari 2026, intensitas hujan diperkirakan tinggi sehingga peningkatan debit air Sungai Brantas biasanya terjadi bersamaan.
Baca juga : Pemkab Kediri Bangun Dinding Penahan Tanah di Timur Stadion GDJ Mulai 2026
“Karena itu, penting untuk ekstra hati-hati bagi siapa pun yang beraktivitas di sungai,” pungkasnya. ***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






