Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sekitar 4.000 aset sarana dan prasarana milik Pemerintah Kabupaten Kediri dilaporkan hilang akibat kerusuhan yang disertai penjarahan dan pembakaran Gedung Pemkab serta DPRD Kabupaten Kediri. Dari jumlah tersebut, 1.700 aset tercatat berasal dari lingkungan DPRD.
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kediri hingga Senin (9/9) masih melakukan pendataan intensif terhadap aset yang rusak maupun hilang. Pendataan dilakukan untuk memastikan status barang milik Pemkab Kediri, baik yang terbakar maupun yang masih tersisa.
Kepala BKAD Kabupaten Kediri, Mohamad Erfin Fatoni, menyebutkan aset yang hilang di DPRD mayoritas berupa perangkat penunjang kerja seperti komputer, laptop, mesin fotokopi, printer, meja, kursi, hingga OHP.
Baca juga : PMI Kediri Siapkan Mobile Unit Donor Darah, Ini Jadwal Lengkapnya
Peralatan tersebut tersebar di ruang komisi, fraksi, sekretariat dewan, ruang paripurna, hingga ruang ketua dewan dan humas.
“Jumlah aset yang kami data ada 4.000, di mana 1.700 di antaranya dari DPRD. Beberapa sudah ada yang dikembalikan dan saat ini diamankan di kantor Satpol PP Kabupaten Kediri,” jelasnya.
Erfin menambahkan, pihaknya masih melakukan verifikasi detail nilai kerugian. Hal ini karena perhitungan aset berbeda dengan nilai bangunan. Proses pendataan juga mencakup seluruh 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdampak kerusuhan.
Baca juga : Mobil di Parkiran Kediri Mall Terbakar, Asal Api Masih Diselidiki
“Aset yang masih utuh maupun yang dikembalikan penjarah melalui Satpol PP juga kami data kembali untuk memastikan kelengkapan administrasi,” terangnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





