KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 97 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, Tulungagung, Nganjuk, dan Sidoarjo, berkompetisi dalam ajang Pop Singer Piala Kapolresta Kediri yang digelar sejak 14 Februari 2025.
Setelah melalui babak penyisihan, kini 20 finalis terbaik siap bertarung di grand final sore ini (15 Februari 2025).
Ketua panitia, Wiwing, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah pencarian bakat bagi penyanyi potensial, termasuk empat peserta disabilitas yang turut bersaing.
Baca juga : Israel Kembali Blokir Bantuan Medis ke Gaza Melalui Perbatasan Rafah
“Kami ingin memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, termasuk teman-teman disabilitas. Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga kualitas dan kesempatan yang sama,” ujar Wiwing.
Lomba ini dinilai oleh tiga dewan juri, yakni:
✅ Martanti Harun – Ketua Dewan Juri dari komunitas musik Kediri
✅ Bambang Is Wahyudi – Ketua PWI Kediri
✅ Perwakilan Disbudparpora Kediri
Menurut Bambang Is Wahyudi, aspek penilaian meliputi teknik vokal, artikulasi, ekspresi, serta penampilan peserta secara keseluruhan.
“Teknik vokal mencakup artikulasi dan pengucapan, sementara penampilan menilai ekspresi dan busana peserta,” jelas Bambang.
Daftar Hadiah:
Juara 1: Piala Kapolresta Kediri + uang pembinaan Rp1 juta
Juara 2: Piala Kapolresta Kediri + uang pembinaan Rp750 ribu
Juara 3: Piala Kapolresta Kediri + uang pembinaan Rp500 ribu
Juara 4-6: Uang pembinaan Rp400 ribu, Rp300 ribu, dan Rp200 ribu
Peserta Disabilitas: Piala dari Ketua Panitia Wiwing + uang pembinaan dari Martanti Harun
Baca juga : Warga Desa Tiron Bingung Diminta Teken Surat Pernyataan Batas Tanah untuk Proyek Tol Kediri-Tulungagung
Salah satu peserta, Puji Lestari dari Singosari, Malang, mengaku terkesan dengan ajang ini.
“Ini pengalaman luar biasa, harus bersaing dengan penyanyi handal dan senior. Awalnya minder, tetapi saya berusaha tampil maksimal. Alhamdulillah, bisa masuk 20 besar, semoga membawa berkah,” ungkapnya.
Peserta bebas membawakan lagu dari berbagai era, mulai dari lagu populer masa kini hingga tembang kenangan. Dengan semakin meningkatnya kualitas peserta, lomba ini diharapkan dapat melahirkan penyanyi berbakat yang dapat membanggakan Kediri di kancah yang lebih luas.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






