Kediri, LINGKARWILIS.COM – Di balik ramainya kunjungan masyarakat saat ini, Sumber Jiput menyimpan sejarah panjang sebelum dikenal sebagai destinasi wisata rakyat di Kota Kediri. Dahulu kawasan sumber air ini sempat terlantar, dengan banyak pepohonan tumbang dan kondisi lingkungan yang kurang terjaga.
Mantan Kepala Kelurahan Rejomulyo, Jahroni, menceritakan bahwa inisiatif pengembangan Sumber Jiput berangkat dari keinginannya menghadirkan ruang wisata bagi warga sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Sebelum ditata menjadi tempat wisata, kondisi di sini cukup memprihatinkan. Banyak pohon roboh dan hanya tersisa sedikit. Kami ingin Rejomulyo memiliki wisata rakyat sekaligus memastikan sumber air tetap terjaga keberadaannya,” ujar Jahroni saat ditemui di kawasan Sumber Jiput, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, proses pengembangan mulai dirintis pada 2004. Kala itu, pemerintah kelurahan mengajukan proposal pembangunan kepada Dinas Pengairan di tingkat provinsi dan kota. Usulan tersebut akhirnya disetujui dengan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta.
Baca juga : Hadapi Dewa United, Persik Kediri Membidik Kemenangan Penuh
Anggaran tersebut direalisasikan melalui program padat karya yang melibatkan warga kurang mampu. Tahap awal pembangunan mencakup pembuatan satu kolam sumber air serta dua unit ruko di sisi selatan kawasan.
Selain pembangunan fisik, dilakukan pula penanaman pohon untuk mengembalikan keasrian lingkungan. Namun pada awalnya, Sumber Jiput masih sepi pengunjung karena akses jalan belum memadai dan kondisi kawasan masih berlumpur.
“Awalnya memang sulit menarik minat masyarakat. Pedagang juga masih sedikit. Baru setelah ada pedagang pertama yang berjualan, aktivitas pengunjung mulai terlihat,” jelasnya.
Perubahan besar terjadi pada 2015 ketika pemerintah pusat kembali memberikan program observasi dan penataan kawasan. Program tersebut mencakup pelebaran akses jalan serta perluasan kolam, yang secara bertahap meningkatkan daya tarik wisata.
Baca juga : FPRB Kabupaten Kediri Perkuat Koordinasi Program Pengurangan Risiko Bencana
Seiring waktu, jumlah pedagang dan pengunjung terus bertambah. Sumber Jiput kemudian berkembang menjadi wisata keluarga yang dapat dinikmati secara gratis, dengan pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sukarela.
Jahroni menegaskan, konsep wisata tanpa tiket masuk memang sudah menjadi tujuan sejak awal pengembangan. Ia berharap keberadaan Sumber Jiput memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar.
“Kami ingin Rejomulyo benar-benar menjadi ‘rejo’ (sejahtera) masyarakatnya dan ‘mulya’ (makmur) perekonomiannya. Alhamdulillah manfaatnya kini mulai dirasakan oleh pedagang dan warga,” tuturnya.
Saat ini pengelolaan kawasan diperkuat melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bertanggung jawab mengelola berbagai fasilitas tambahan, termasuk arena bermain keluarga.
Ke depan, Jahroni berharap Pemerintah Kota Kediri dapat mengembangkan Sumber Jiput menjadi kawasan wisata yang lebih luas. Di sekitar lokasi masih terdapat lahan milik pemerintah kota seluas sekitar 4,5 hektare yang dinilai sangat potensial untuk pengembangan wisata terpadu.
“Jika ada perluasan kawasan, potensi Sumber Jiput masih sangat besar dan bisa menjadi destinasi unggulan Kota Kediri,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






