LINGKARWILIS.COM – Sehari pasca perusakan di gedung DPRD Kabupaten Blitar, suasana masih menyisakan pemandangan memilukan.
Ruang-ruang kantor yang seharusnya menjadi tempat kerja wakil rakyat kini porak-poranda. Kursi terbalik, kaca pecah, hingga kertas-kertas yang hangus berserakan di lantai.
Pemandangan paling parah terlihat di ruang sekretariat, tepatnya di bagian kehumasan yang berada di lantai satu DPRD Kabupaten Blitar.
Ruang ini berada dekat dengan parkiran dan pintu depan gedung, sehingga menjadi salah satu titik pertama yang jadi sasaran amuk massa. Hampir seluruh peralatan kantor hilang atau rusak, mulai dari laptop, sound system, hingga pendingin ruangan.
Kapolresta Malang Kota Pastikan Anak yang Diamankan Saat Demo Dibebaskan
Bupati Blitar Rijanto datang langsung meninjau lokasi, Senin (1/9/2025) didampingi sejumlah kepala dinas dan pimpinan dewan.
Dari satu ruangan ke ruangan lain, ia melihat kerusakan yang ditinggalkan massa. “Ini kategorinya bukan demo, tetapi sudah perusakan dan penjarahan,” kata Rijanto.
Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Bukan hanya ruang rapat dan ruang pimpinan dewan yang hancur, meja paripurna pun pecah, pagar gerbang jebol, hingga pos satpam yang rusak.
Kondisi ini membuat aktivitas sekretariat terganggu. Untuk sementara, staf hanya bisa menempati beberapa ruangan yang tidak terdampak.
DPRD Kabupaten Blitar Antisipasi Kerusuhan, Aset Penting Berhasil Diselamatkan
“Kalau sudah dibersihkan selanjutnya inventarisasi. Secepatnya dibenahi, karena ini juga berkaitan dengan agenda wakil rakyat,” ujar Rijanto. Ia menekankan, koordinasi dengan kepolisian mutlak dilakukan karena kerusakan ini sudah masuk ranah pidana.
Meski suasana muram masih terasa, harapan untuk bangkit tetap ada. Rijanto meminta masyarakat Blitar tidak terprovokasi, sekaligus menegaskan bahwa pelaku perusakan bukanlah warga Blitar. “Warga Blitar itu santun,” katanya.
Kini, bekas arang dan puing di gedung DPRD menjadi saksi bisu dari malam mencekam yang terjadi dini hari sebelumnya.
Dibalik kerusakan itu, para pegawai dan aparat tengah berupaya mengembalikan fungsi kantor agar aktivitas pemerintahan bisa berjalan normal kembali.
Reporter: Abdul Aziz
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





