Malang, LINGKARWILIS.COM – Polresta Malang Kota memastikan seluruh anak yang sempat diamankan pascakericuhan demonstrasi di depan Mapolresta, Jalan Jaksa Agung Suprapto, telah dibebaskan.
“Semua anak sore ini kami lepas,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono, Minggu (31/8).
Nanang menyebut, dalam aksi Jumat (29/8) malam, pihaknya mengamankan 61 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang berstatus pelajar dan 40 lainnya merupakan peserta aksi dewasa.
“Guru dan orang tua turut kami hadirkan agar pembinaan terhadap para pelajar ini dapat lebih terarah,” jelasnya.
Baca juga : Kodim 0809/Kediri Pastikan Tidak Ada Darurat Militer, 1.700 Personel Disiagakan
Ia menegaskan, proses hukum tetap dijalankan bagi massa aksi dewasa. Mereka yang tidak terbukti terlibat tindakan anarkis akan dipulangkan, sementara pelaku perusakan maupun tindak pidana lain akan diproses sesuai aturan.
“Kami ingin Kota Malang tetap kondusif. Tidak ada langkah yang berlebihan,” tegas Nanang.
Diketahui, aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi.
Di Malang, massa mulai berkumpul di depan Mapolresta sekitar pukul 18.30 WIB. Situasi semula berjalan tertib, bahkan Kapolresta sempat berdialog dengan peserta aksi.
Baca juga : Layanan SIM di Kediri Diprediksi Terganggu Usai Kerusuhan, Ini Kata Kasat Lantas Polres Kediri Kota
Namun, sekitar pukul 21.58 WIB, kericuhan pecah usai sekelompok orang melempari botol, batu, membakar water barrier dan spanduk, hingga mencorat-coret dinding gerbang Mapolresta.
Menjelang pukul 23.00 WIB, aparat Brimob diterjunkan untuk mengendalikan situasi. Polisi menembakkan gas air mata guna membubarkan massa yang semakin tidak terkendali.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin






