Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Kasus dugaan pemisahan anak dari orang tua kandung di Kabupaten Tulungagung turut melibatkan warga negara asing (WNA) asal Turki. Meski belum bisa bertemu dengan anaknya, pria berinisial OAK (40) memilih bersikap ikhlas dan hanya berharap dapat kembali bertemu sang buah hati.
Pelapor, RAI (30), warga Kelurahan Kutoanyar, Tulungagung, mengungkapkan bahwa dirinya menikah dengan OAK pada 2018 di Turki. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak perempuan berinisial YYK (6) yang lahir pada 19 Juni 2019. Anak tersebut sempat diasuh langsung oleh kedua orang tuanya di Istanbul hingga berusia dua tahun.
RAI menjelaskan, pernikahannya dengan WNA tersebut sempat tidak mendapat restu dari keluarga. Pada 2021, ia bersama anaknya kembali ke Indonesia untuk menemui orang tuanya. Namun, situasi pandemi Covid-19 membuatnya tidak dapat kembali ke Turki, begitu pula suaminya yang tidak bisa menyusul ke Indonesia.
Baca juga : Satlantas Kediri Kota Pastikan Kepulangan Pesilat Lirboyo Berlangsung Aman dan Tertib
“Saat itu saya bekerja, sehingga anak diasuh oleh ibu saya. Sejak itu, ibu mulai membatasi anak saya untuk bertemu ayahnya. Awalnya suami saya yang dibatasi, lalu pada 2025 saya juga mengalami hal yang sama,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Sementara itu, OAK mengaku terkejut dengan kondisi yang dialaminya, terutama karena dalam tiga bulan terakhir ia tidak dapat bertemu langsung dengan anaknya. Berbagai upaya telah dilakukan sepanjang 2026, namun selalu mengalami kendala.
Ia mengungkapkan kerinduannya terhadap sang anak yang selama ini dikenal ceria dan tidak penakut. Perubahan sikap anak yang kini menjadi takut, termasuk terhadap dirinya sebagai ayah kandung, membuatnya terpukul.
“Saya sangat terkejut dan sempat tidak percaya dengan situasi ini. Anak saya dulu ceria dan pemberani,” ungkapnya.
Baca juga : DLHKP Kota Kediri Gandeng Aparat Penegak Hukum untuk Validasi Data Warga Terdampak TPA
Meski demikian, OAK menegaskan tidak menyimpan rasa dendam terhadap pihak keluarga istrinya. Ia memilih menerima keadaan dengan lapang dada, asalkan dapat kembali bertemu dengan anaknya.
“Saya hanya ingin bisa bertemu anak saya. Saya tidak menyimpan dendam kepada siapa pun,” katanya.
Ke depan, ia berharap dapat kembali hidup bersama istri dan anaknya. Bahkan, ia berencana membawa keluarganya kembali ke Turki apabila kondisi sudah memungkinkan.
Kasus ini kini tengah dalam proses penanganan, menyusul laporan yang telah diajukan terkait dugaan pemisahan anak dari orang tua kandung.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





