Sidak TPS Pesanggrahan Batu, Pemkot Siapkan Relokasi dan Akses TPS3R Baru

Sidak TPS Pesanggrahan Batu, Pemkot Siapkan Relokasi dan Akses TPS3R Baru
Sidak TPS Pesanggrahan Batu, Pemkot Siapkan Relokasi dan Akses TPS3R Baru (Ist)

Batu, LINGKARWILIS.COM – Laporan warga mengenai dugaan pembakaran sampah secara terbuka di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Pesanggrahan, Jalan Indragiri, belakang Balai Kota Among Tani, langsung ditindaklanjuti Pemkot Batu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Rabu (30/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Alfi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP), perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Pemerintah Desa Pesanggrahan.

Kedatangan jajaran Pemkot Batu bertujuan memastikan kondisi TPS sekaligus menindaklanjuti laporan yang disampaikan masyarakat.

“Ada laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi pembakaran sampah secara liar dan terbuka di TPS Pesanggrahan ini,” kata Alfi.

Baca juga : Mega Science Center dan Budaya di Kota Batu Trial Opening, Hadirkan 617 Alat Peraga Interaktif

Meski demikian, saat pengecekan berlangsung, petugas tidak mendapati aktivitas pembakaran sampah di lokasi. Alfi menduga pembakaran yang dilaporkan warga kemungkinan terjadi beberapa hari sebelumnya.

“Mungkin beberapa hari kemarin ada pembakaran sampah, tetapi ini kita pastikan tidak ada. Kita pastikan pengolahan sampah ini bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurut Alfi, sidak tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap laporan masyarakat. Pemkot Batu, kata dia, ingin memastikan persoalan lingkungan yang disampaikan warga mendapatkan tindak lanjut di lapangan.

“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk mengurai permasalahan yang dilaporkan masyarakat,” tegasnya.

Alfi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Selain berpotensi mengganggu lingkungan sekitar, pembakaran tersebut dapat berdampak terhadap kualitas udara.

Pemkot Batu mendorong pengelolaan sampah dari berbagai sumber, termasuk rumah tangga, hotel, dan restoran, dilakukan melalui sistem yang semestinya.

Baca  juga : Debit Air Menurun, Pemkab Kediri Dropping Air Bersih untuk 500 Warga Desa Surat

“Jadi semuanya saya ingin kita bersama-sama memastikan sampah-sampah yang ada di Kota Batu, baik produk dari rumah tangga maupun hotel dan restoran, bisa tertangani dengan baik di masing-masing desa/kelurahan dan di bawah otoritas Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Alfi.

Selain memeriksa TPS lama yang menjadi lokasi laporan warga, rombongan juga meninjau TPS3R baru Desa Pesanggrahan. Fasilitas tersebut tengah disiapkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah sekaligus menjadi bagian dari rencana penataan TPS di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Pemkot juga melihat kondisi akses menuju lokasi TPS3R baru. Alfi meminta DPUPR Kota Batu mulai melakukan pengukuran serta menyiapkan perencanaan pembangunan akses jalan.

“Kami juga mengajak teman-teman PUPR untuk memastikan bahwa akses jalan ini bisa terbangun, terealisasi setidaknya di tahun 2027. Nanti diawali dengan dilakukan pengukuran dan perencanaan,” kata Alfi.

Pemkot Batu juga mengajak masyarakat aktif menyampaikan persoalan lingkungan yang ditemui di wilayah masing-masing. Sebab, menurut Alfi, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama memastikan pengelolaan sampah di Kota Batu dilakukan dengan sebaik-baiknya, tidak mencemari udara maupun mengganggu pandangan di seluruh wilayah Kota Batu. Sampah menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Rencana pemindahan TPS tersebut mendapat perhatian dari warga yang selama ini tinggal di sekitar lokasi TPS lama. Reza, salah seorang warga, mengaku telah menetap di kawasan Jalan Indragiri sejak 2002.

Ia menyebut aktivitas TPS mulai dirasakan warga sekitar pada sekitar 2018. Seiring berjalannya waktu, keberadaan TPS dinilai semakin menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.

“Lama-lama itu mengganggu kami yang tinggal di lingkungan tersebut, baik dari segi kesehatan dan lainnya,” ujar Reza.

Menurut Reza, warga sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. Salah satu hal yang menjadi keluhan adalah dugaan aktivitas pembakaran sampah secara terbuka.

Warga berharap penanganan persoalan TPS tidak berhenti pada penghentian pembakaran. Mereka juga menginginkan solusi jangka panjang berupa pemindahan TPS dari kawasan permukiman.

Reza mengatakan, warga memperoleh informasi bahwa Pemkot Batu bersama pemerintah desa dan OPD terkait telah mempersiapkan lokasi baru untuk TPS3R yang tidak berada di tengah permukiman.

“Hasilnya ternyata sudah berprogres dan tengah dipersiapkan untuk pemindahan TPS. Dalam hal ini difasilitasi Pak Wali melalui Pak Sekda bersama dinas terkait. Memang sedang dipersiapkan pemindahan TPS3R di wilayah yang tidak di tengah permukiman. Sehingga ini lebih bagus,” ungkapnya.

Warga berharap rencana tersebut segera diwujudkan dalam bentuk langkah konkret. Pasalnya, selama bertahun-tahun mereka harus berhadapan dengan persoalan bau dan dampak lingkungan dari keberadaan TPS.

“Selama sekitar 10 tahun hidup bersama bau sampah, kami berharap TPS3R baru bisa segera beroperasi. Setelah kami lihat proses berlangsung bertahap, kami akan sabar menanti. Paling tidak ada progres yang konkret dari pemerintah kota maupun desa,” kata Reza.***

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor : Hadiyin

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *