Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 50 siswa dan 10 guru TK Kusuma Mulia Kopeng, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, mendapat edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Grogol, Kamis (24/9/2026) siang.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal tugas petugas pemadam kebakaran sekaligus memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran sejak dini.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, edukasi kepada anak-anak penting dilakukan agar mereka memiliki pengetahuan dasar mengenai bahaya kebakaran serta mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
“Kita edukasi mereka sejak dini untuk pencegahan kebakaran mulai skala kecil hingga skala besar. Dengan maksud mereka mengetahui sejak dini dan tanggap jika ada kebakaran yang terjadi di sekitarnya,” katanya.
Baca juga : Satgas Pangan Kediri Pantau Pasokan Bapokting, Stok Beras Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan seragam dan perlengkapan yang digunakan petugas saat menjalankan tugas pemadaman. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai peralatan yang digunakan untuk menangani kebakaran.
Sementara itu, para guru mendapat materi dan praktik khusus terkait penanganan kondisi darurat di lingkungan rumah maupun sekolah. Di antaranya simulasi menghadapi kebocoran LPG serta cara sederhana memadamkan api menggunakan karung goni.
Selain kebakaran, edukasi juga mencakup penanganan hewan berbahaya yang sewaktu-waktu dapat masuk ke rumah atau lingkungan sekolah, terutama ular berbisa.
Petugas memberikan pelatihan mengenai cara mengamankan ular dengan teknik yang tepat. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mengambil risiko dengan menangkap ular berbisa secara langsung tanpa memiliki pengetahuan dan perlengkapan yang memadai.
Baca juga : Kapolres Kediri Hadiri Haul Akbar Ponpes Raudlatul Ulum Kencong, Dihadiri 5.000 Jamaah
“Petugas juga berikan pelatihan untuk penanganan pengamanan ular berbisa. Ini ada pelatihan khusus agar tidak menangkap langsung ular berbisa yang masuk rumah. Dengan keahlian khusus tentu ular bisa diamankan dan yang mengamankan selamat dari serangan ular berbisa,” imbuh Khaleb.
Menurutnya, edukasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus membangun pemahaman bahwa pencegahan kebakaran dan penanganan kondisi darurat perlu diketahui sejak usia dini.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





