Situs Persada Soekarno Wates Gelar Tasyakuran Pancasila dan Doa Bersama untuk Pahlawan Revolusi

Situs Persada Soekarno Wates Gelar Tasyakuran Pancasila dan Doa Bersama untuk Pahlawan Revolusi
Poster tasyakuran di Situs Persada Sukarno Rabu malam (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, kembali menggelar agenda tahunan berupa tasyakuran bertajuk Pancasila Menggema dan doa bersama untuk mengenang Pahlawan Revolusi.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu (30/9/2026) malam dengan melibatkan sejumlah tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di Kabupaten Kediri.

Pengurus sekaligus pengelola Situs Persada Soekarno, Kus Hartono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya, pada 30 September 1960, Presiden Soekarno menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peristiwa tersebut tercatat dalam dokumen resmi PBB sebagai Sidang Pleno ke-880.

“Bagi kita, momentum tersebut patut dikenang dan disyukuri sebagai bagian dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam memperkenalkan gagasan, nilai-nilai, dan pandangan Indonesia mengenai kehidupan dunia kepada masyarakat internasional,” katanya.

Baca  juga : Debit Air Menurun, Pemkab Kediri Dropping Air Bersih untuk 500 Warga Desa Surat

Kus Hartono menilai, sejarah mengenai Pancasila dan gagasan kebangsaan Indonesia tidak hanya perlu dikenang melalui momentum Hari Lahir Pancasila. Berbagai peristiwa ketika nilai-nilai kebangsaan Indonesia diperkenalkan kepada dunia juga dinilai penting untuk terus diingat.

Karena itu, tasyakuran dan doa bersama tersebut diharapkan menjadi ruang untuk kembali mengingat perjalanan sejarah sekaligus mendoakan bangsa Indonesia.

“Melalui doa dan tasyakkuran ini, mari kita mengenang sejarah sekaligus memohon kepada Allah SWT agar nilai-nilai luhur Pancasila senantiasa menjadi kekuatan moral dalam menjaga persatuan, perdamaian, kemanusiaan, dan keutuhan NKRI,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kembali pesan Presiden Soekarno, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau Jas Merah. Menurutnya, mengenang sejarah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat.

Kus mengajak masyarakat untuk hadir dan mengikuti doa serta tasyakuran tersebut. Meski dikemas secara sederhana, ia berharap kegiatan itu dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta.

Baca juga : Pemkab Kediri Jadwalkan Pembentukan Dispora pada 2028

“Semoga Allah Tuhan Yang Maha Berkat dan Maha Rahmat senantiasa memberkati dan merahmati kita sekalian, serta memberikan kedamaian dan keselamatan bagi bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia,” imbuhnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *