Kediri, LINGKARWILIS.COM – Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur, Imam Mubarok yang akrab disapa Gus Barok, menekankan bahwa pembangunan Kota Kediri seharusnya tidak hanya bertumpu pada aspek infrastruktur, tetapi juga berpijak kuat pada nilai sejarah dan kebudayaan yang dimiliki daerah ini.
Ia menilai Kota Kediri memiliki warisan sejarah yang panjang dan penting, sehingga pengembangannya perlu dirancang dengan pendekatan yang matang serta berkelanjutan. Salah satu bangunan bersejarah yang memiliki makna besar adalah Stasiun Kediri, yang kini tengah direvitalisasi.
Menurut Gus Barok, proses revitalisasi tersebut harus dipahami sebagai langkah strategis yang lebih luas dari sekadar perbaikan fisik bangunan. Ia memandangnya sebagai peluang untuk menjadikan stasiun sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Tertibkan Reklame Liar dan Amankan Seorang Pengamen Badut di Ngadiluwih
“Revitalisasi Stasiun Kediri jangan hanya dimaknai sebagai renovasi bangunan. Ini kesempatan untuk menjadikannya ikon wisata sejarah, sehingga pengunjung tidak hanya melihat perkembangan kota, tetapi juga merasakan dan mengingat perjalanan historis Kediri,” ungkapnya, Kamis (05/02).
Pemikiran tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan acara bertajuk “Stasiun Ngangeni”, sebuah pergelaran seni dan budaya yang berlangsung di area Stasiun Kediri.
Agenda utama kegiatan ini adalah pemutaran film dokumenter berjudul “Stasiun Zaman Kolonial”, yang bertujuan membangkitkan kembali ingatan kolektif masyarakat tentang peran penting stasiun dalam perjalanan sejarah kota.
Acara yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai di kawasan Jl. Stasiun Kediri ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni. Sejumlah pengisi acara antara lain Sela Amor dengan lagu “Kediri Kuto Ne”, grup The Amboradoel yang membawakan aransemen keroncong modern, penampilan Jeng Nopil sebagai Tarot Reader Kediri, serta sajian musik live bernuansa nostalgia.
Baca juga : Pemkot Kediri Patuhi Putusan MA, Tetap Lanjutkan Proyek Alun-Alun Meski Kontraktor Menolak Hasil Audit
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, serta komunitas kreatif seperti Stasiun Ngangeni.
Melalui gelaran ini, para pegiat seni dan budaya berharap ruang-ruang bersejarah di Kediri dapat kembali hidup, menjadi tempat interaksi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Kota Kediri sebagai pusat sejarah dan kebudayaan di Jawa Timur.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





