Sunyoto, Loper Koran Terakhir Kota Kediri yang Masih Setia di Era Digital

Sunyoto, Loper Koran Terakhir Kota Kediri yang Masih Setia di Era Digital
Sunyoto loper koran legendaris (Bidu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Di tengah gelombang digitalisasi dan makin langkanya media cetak, Sunyoto (47), warga Kelurahan Sukorame Gang 6, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, tetap teguh menjalani profesinya sebagai loper koran. Sejak tahun 1996, ia telah mengantarkan berita dari lembaran kertas ke tangan para pelanggan setia, tanpa pernah goyah meski zaman berubah.

Setiap pagi, selepas subuh, Sunyoto mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalanan kota. Dua titik utama menjadi langganan rutenya: simpang empat Jalan Airlangga dan kawasan Kediri Mall. Di sana, ia masih disambut pelanggan yang enggan beralih ke berita digital.

“Dulu saya bisa membawa 200 koran setiap hari. Sekarang paling banyak sekitar 55. Tapi saya tetap jalani. Ini bukan cuma soal pekerjaan, tapi bagian dari hidup saya,” ungkap Sunyoto saat ditemui Selasa (15/7/2025).

Baca juga : Polres Kediri Kota Ringkus Lima Pelaku Pengeroyokan di Mojo, Dua Korban Alami Luka-Luka

Hampir tiga dekade, ia akrab dengan bau tinta cetak dan suara kertas dilipat. Saat banyak rekannya memutuskan pensiun atau beralih profesi, Sunyoto justru memilih tetap bertahan. Bukan karena tak ada pilihan lain, tetapi karena ia masih merasa profesinya membawa manfaat dan nilai tersendiri.

“Yang penting pekerjaan ini halal dan masih ada orang yang menunggu. Itulah yang membuat saya semangat,” katanya sembari tersenyum.

Menjadi loper koran bukan hanya tentang membagikan berita. Bagi Sunyoto, itu juga berarti menjadi saksi bisu perubahan Kota Kediri dari era Orde Baru hingga digitalisasi saat ini. Ia menyaksikan sendiri bagaimana cara orang membaca berita berubah dari memegang koran ke menggulir layar ponsel.

Baca juga : Operasi Patuh Semeru 2025 Dimulai, Kapolres Kediri Tekankan Pendekatan Edukatif

“Tapi saya yakin, masih ada yang rindu membuka lembaran koran, melipatnya, membaca sambil minum kopi. Itu kenikmatan tersendiri yang tidak tergantikan teknologi,” tuturnya.

Kisah Sunyoto adalah potret tentang dedikasi dan kesetiaan pada profesi. Ia tidak sekadar bertahan, tapi tetap menjalani tugasnya dengan sepenuh hati, di tengah zaman yang terus bergerak ke arah serba instan dan digital.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D