JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menuai sorotan. Setelah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Jombang, Dewan Pendidikan menemukan sejumlah persoalan mulai dari keterlambatan distribusi hingga kualitas makanan yang dinilai tak layak konsumsi.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, mengungkapkan pihaknya menerima banyak keluhan dari wali murid.
“Ada nasi goreng yang basi, jeruk busuk, hingga dugaan susu kedaluwarsa. Bahkan beberapa siswa sempat mengeluh sakit perut usai mengonsumsi sajian MBG,” jelasnya, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, meski program ini memiliki dasar hukum kuat melalui Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, serta diperkuat oleh UU Nomor 20 Tahun 2003 dan Permendiknas Nomor 044/U/2002, pengawasan di lapangan masih lemah.
Baca juga : Kapolda Jatim Tinjau Fasilitas Rusak Pasca Kericuhan di Kediri, Anggota Diminta Tetap Beri Layanan Maksimal
Pihak penyedia layanan MBG, melalui Lilis Wijayati dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Puspa Wijaya Abadi, membantah tudingan penggunaan susu kedaluwarsa, namun menyatakan siap melakukan evaluasi. Sementara itu, Kepala SMPN 2 Jombang, Etik Nuroidah, menegaskan sekolah tidak punya kewenangan dalam urusan distribusi.
“Kami hanya menerima makanan yang dikirim penyedia,” ujarnya.
Cholil menilai lemahnya kontrol distribusi disebabkan pemantauan ahli gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN) hanya dilakukan secara umum, tanpa pengawasan langsung di lapangan.
Baca juga : Kapolda Jatim Tinjau Lokasi Kebakaran di Kantor Pemkab Kediri, Pastikan Situasi Sudah Aman
Dalam rekomendasinya, Dewan Pendidikan meminta:
-
Sekolah tetap melakukan pengawasan moral terhadap makanan yang diterima siswa.
-
Penyelenggara lebih transparan terkait kualitas dan masa kedaluwarsa.
-
DPRD memperketat fungsi pengawasan anggaran.
-
Pemerintah daerah mengambil langkah korektif, termasuk mengganti penyedia atau membuka dapur darurat, hingga audit menyeluruh sistem MBG.
“Polemik ini harus menjadi momentum perbaikan agar tujuan MBG tercapai, yakni mencetak generasi sehat dan berkualitas,” tegas Cholil H.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





