Tidak Ada Wajah Baru, Calon Sekda Ponorogo Diisi Internal Pemkab

Tidak Ada Wajah Baru, Calon Sekda Ponorogo Diisi Internal Pemkab
Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita (SOny)

PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Pendaftaran Seleksi Terbuka (Selter) jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo resmi ditutup pada Jumat (27/2/2026). Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat lima pejabat eselon II mendaftarkan diri dalam proses pengisian jabatan satu tingkat di atas kepala dinas tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan bahwa seluruh pendaftar berasal dari internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dan telah memenuhi persyaratan administrasi maupun ketentuan lainnya.

“Yang mendaftar ada lima orang dan semuanya dari Ponorogo. Mereka pejabat eselon II yang memenuhi syarat,” ujar Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita.

Adapun lima nama yang mengikuti seleksi yakni Masun (Kepala Pelaksana BPBD), Henry Indrawardhana (Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), Imam Basori (Inspektorat), Agus Sugiarto (Kepala BPPKAD sekaligus Plh Sekda Ponorogo), serta Dewi Wuri Handayani (Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Ponorogo).

Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Raih Juara III Pos Pelayanan Ops Lilin Kategori Polres Tipe C

Meski kuota minimal pendaftar telah terpenuhi, Bunda Lis mengaku prihatin karena animo peserta dinilai minim. Padahal sebelumnya terdapat sejumlah pejabat dari luar daerah yang sempat menanyakan persyaratan seleksi.

“Sebenarnya ada yang melihat-lihat persyaratan dari Banyuwangi, Malang, dan Kediri. Tapi sampai penutupan, yang mendaftar semuanya dari Ponorogo,” terangnya.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Ponorogo pada 7 November lalu. Peristiwa itu dinilai berpotensi memengaruhi minat pejabat dari luar daerah untuk mengikuti seleksi.

“Mungkin pasca-OTT itu juga berpengaruh. Bisa jadi menjadi salah satu faktor kenapa peminatnya tidak banyak,” jelasnya.

Karena itu, ia mengaku sempat mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II yang memenuhi kriteria agar berani mengikuti proses seleksi. Dari sembilan pejabat yang dinilai memenuhi syarat, lima di antaranya akhirnya resmi mendaftarkan diri.

Baca juga : Satpol PP Kota Kediri Bredel Banner Tak Berizin dan Tertibkan PKL yang Gunakan Fasilitas Umum

“Saya sudah mendorong eselon II yang memenuhi kriteria untuk ikut mendaftar. Dari sembilan yang memenuhi syarat, lima yang akhirnya mendaftar,” pungkasnya.***

Reporter: Sony Dwi Ponorogo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *