Tim BPK Akan Tinjau Temuan Tugu Tapal Batas Era Raja Kertajaya di Kayunan Kabupaten Kediri, Ini Infonya

Tim BPK Akan Tinjau Temuan Tugu Tapal Batas Era Raja Kertajaya di Kayunan Kabupaten Kediri Temuan Tugu Tapal Batas era Raja Kertajaya di Kayunan Kabupaten Kediri dipolice Line
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur di Mojokerto dikabarkan akan turun langsung meninjau temuan tugu tapal batas era Raja Kertajaya ke Desa Kayunan, Senin (15/1). Ini disampaikan Imam Mubarok Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4).
“Saya sudah melaporkan ini ke Dinas Pariwasata dan Kebudayaan dan juga Kepala BPK,” kata Imam Mubarok, Minggu (14/1).
Ditambahkan Imam Mubarok, dari keterangan sumber-sumber pada investigasi yang dilakukan di lokasi Desa Kayunan sejak lama telah terjadi penggalian liar dan mengangkut benda-benda purbakala tersebut ke luar daerah.
“Tujuannya ya dikoleksi dan dijual,” tambahnya.
Sementara itu pasca penemuan tugu tapal batas berangka tahun 1123 Saka yang diperkirakan era Raja Kertajaya, raja terakhir Kerajaan Panjalu /Kadiri , lokasi temuan tersebut diberi police line.
Temuan tugu tapal batas berukuran tinggi 170 cm tebal 76 cm diharapkan akan menguak mesteri sejarah era Raja Kertajaya di Kayunan wilayah Kerajaan Panjalu yang berkuasa dari tahun 1112-1138 Saka.

Selain Raja Kertajaya, Kayunan juga ada peninggalan raja sebelumnya yakni Sri Sarweswara raja Panjalu yang memerintah sekitar tahun 1159-1169.

Baca juga : Imbas Tol, Lahan Produktif di Kota Kediri Berkurang, Ini Infonya

Nama gelar abhisekanya ialah Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Sarweswara Janardanawatara Wijaya Agrajasama Singhadani Waryawirya Parakrama Digjaya Uttunggadewa. Sri Sarweswara berkuasa setelah Prabu Jayabaya.

Di era Sri Sarweswara di Kayunan juga ditemukan Prasasti Kayunan yang kemudian dilaporkan tahun 1910 hilang.

Prasasti Kayunan /Kahyunan ditemukan oleh J. F. De Corte pada 1887 di Kayunan, distrik Sukorejo afdeeling Kediri. Publikasi paling awal mengenai batu yang bersangkutan datang dari catatan kolonial yang menyebut bahwa batu tersebut sudah dibuatkan abklatsnya.

Pada batu dari Kayunan ini terdapat angka tahun 1082 Śaka dan nama Śrī Sarvveśvara Janardanāvatāre vijayāgra … sinhanādānivăryya-vīryya parākrama digjayottungadeva (NBG 26 1888: 12 & Bijl. II, IX).

Verbeek mencatat bahwa aksara dipahatkan pada keempat bidang batu, namun pada bagian belakang sudah rusak parah.

Selain batu yang bersangkutan, di desa yang sama juga ditemukan arca bertangan empat yang sudah rusak serta arca Siwa dengan wujudnya sebagai guru (1891: 278, no. 573).

Hampir 20 tahun kemudian, Knebel melaporkan bahwa batu ini sudah tidak ditemukan lagi di Kayunan (1910: 270). Batu ini juga dimasukkan dalan daftar prasasti berangka tahun dari Jawa yang disusun oleh Krom (1911: 251).***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply