Lamongan, LINGKARWILIS.COM — Ratusan warga Dusun Klanting, Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, tumpah ruah ke jalan dalam arak-arakan budaya untuk merayakan Sedekah Bumi, Rabu (30/7/2025). Mereka membawa bakul berisi tumpeng dan aneka jajanan pasar sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi.
Festival tahunan yang mengusung tema seni dan budaya ini turut dihadiri oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, atau yang akrab disapa Pak Yes. Ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kirab budaya, doa bersama, hingga prosesi pembagian gunungan dan uang koin kepada masyarakat, yang menjadi puncak acara.
“Dengan bersedekah bumi, kita wujudkan rasa syukur. Kalau kita bersyukur, maka nikmat akan ditambah. Yang penting, mari bersama-sama membangun hati dan lingkungan agar masyarakat semakin sejahtera,” ungkap Pak Yes.
Tradisi ini digelar tepat menjelang musim tanam ketiga. Harapannya, kegiatan tersebut membawa keberkahan dan kelancaran dalam proses bertani serta panen yang lebih baik di masa mendatang.
Baca juga : Tiga Akademisi IPB Latih Pembudidaya Lele Kediri, Fokus pada Induk dan Benih Unggul
Bupati Lamongan juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan infrastruktur pertanian seperti perbaikan irigasi, normalisasi waduk, dan pembangunan akses jalan pertanian untuk mempercepat distribusi hasil panen.
“Alhamdulillah, hasil panen di Lamongan tahun ini melimpah, harga komoditas juga stabil, pupuk tersedia lancar. Saya lihat di Klanting pun sudah memasuki tanam ketiga. Ini kabar baik, karena dua musim panen sebelumnya hasilnya melampaui harapan. Kami akan terus mendorong pertanian Lamongan agar makin produktif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Takeranklating, Yasmu’in, menjelaskan bahwa Festival Sedekah Bumi diadakan selama lima hari berturut-turut. Kegiatan di dalamnya mencakup istighosah, ziarah ke makam Mbah Sindu Joyo—tokoh yang dipercaya sebagai pendiri dusun, pengajian, ritual tumpengan, hingga pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Wisnu Jati Pamungkas.
Baca juga : Warga Grogol, Kabupaten Kediri, Ditemukan Meninggal Dunia di Bantaran Sungai di Nganjuk, Diduga Ini Sebabnya
Menurut Yasmu’in, acara ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur, tetapi juga wahana penting dalam merawat tradisi leluhur dan mempererat persatuan warga.
“Semoga rasa syukur yang kita panjatkan dalam acara ini berbuah keberkahan dan nikmat yang terus bertambah bagi seluruh masyarakat hingga akhir hayat,” tutupnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





