Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar pelatihan khusus bagi para pembudidaya ikan lele. Kegiatan ini berlangsung di Gedung UPT PBAT Dinas Perikanan Kediri dan melibatkan 50 peserta yang dibagi dalam dua sesi pelatihan, masing-masing diikuti 25 orang.
Pelatihan yang mengangkat tema “Produksi Induk dan Benih Unggul Ikan Lele” ini menghadirkan tiga pakar dari IPB melalui program Dosen IPB Pulang Kampung. Ketiganya adalah Prof. Dr. Sri Yunarti, Sekretaris Program Studi Akuakultur, Prof. Dr. Alimudin, Ketua Departemen Budidaya Perairan, serta Prof. Dr. Widanarti, pakar probiotik di bidang akuakultur.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, H. Nur Hafid, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas para pembenih dan pembudidaya ikan lele. Ia mencatat bahwa produksi benih lele di Kediri pada tahun 2024 mencapai 17 miliar ekor, dan pada tahun 2025 ditargetkan meningkat menjadi 18 miliar ekor.
“Dengan kehadiran pakar dari IPB, diharapkan para pelaku usaha budi daya lele di Kediri bisa memperoleh wawasan baru dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Baca juga : Warga Grogol, Kabupaten Kediri, Ditemukan Meninggal Dunia di Bantaran Sungai di Nganjuk, Diduga Ini Sebabnya
Prof. Dr. Sri Yunarti mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program Dosen Pulang Kampung oleh IPB. Program ini bertujuan menyampaikan hasil riset kampus kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor perikanan.
“Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, penting untuk menjaga imunitas ikan. Diperlukan pemberian suplemen pakan tambahan guna menunjang kesehatan lele,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Alimudin menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam memajukan sektor perikanan. Ia menyampaikan materi seputar strategi pemilihan induk unggul serta pemanfaatan fitohormon alami dari ekstrak buah pinus untuk mempercepat proses pematangan gonad pada induk lele.
Baca juga : Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo Kawal Penilaian Lomba Zero Waste DLHKP Kota Kediri
“Sinergi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan harus terus ditingkatkan agar sektor perikanan lebih adaptif dan berdaya saing,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Widanarti memaparkan manfaat penggunaan probiotik Bacillus NP5 yang berasal dari saluran pencernaan ikan nila. Probiotik ini disebut efektif dalam meningkatkan efisiensi reproduksi induk lele, mempercepat kematangan gonad, dan meningkatkan ketahanan terhadap stres.
“Pemilihan induk harus memperhatikan ciri-ciri fenotip unggulan seperti ukuran tubuh, warna, gerakan aktif, dan kondisi organ reproduksi. Ini sangat penting untuk menjamin kualitas benih yang dihasilkan,” terangnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan sektor perikanan Kabupaten Kediri secara berkelanjutan.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





