Daerah  

WNA Warga Malaysia Bikin Resah di Karangrejo, Tulungagung, Akhirnya Dideportasi Oleh Kantor Imigrasi

WNA Warga Malaysia Bikin Resah di Karangrejo, Tulungagung, Akhirnya Dideportasi Oleh Kantor Imigrasi
Proses penjemputan WNA asal Malaysia Nur Hisham (Baju merah) di rumah keluarganya untuk dideportasi (Polsek Rejotangan)
Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial Nur Hisham (25) dilaporkan telah mengganggu ketertiban dan membuat keresahan di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Akibat perbuatannya, Nur Hisham akhirnya dideportasi kembali ke negara asalnya, Minggu (23/6/2024).

Kapolsek Karangrejo, AKP Nenny Sasongko, menjelaskan bahwa Nur Hisham adalah anak dari Sumini (65), warga Desa Sukodono. Nur Hisham datang ke Tulungagung pada Minggu (2/6/2024) untuk mengunjungi keluarganya. Namun, hanya dalam waktu sepekan, tepatnya pada Senin (10/6/2024), ia mulai membuat ulah dengan sering marah-marah dan merusak perabotan di rumah keluarganya. Hal ini membuat keluarganya resah dan melaporkan perilaku Nur Hisham ke Polsek Karangrejo untuk meminta bantuan dalam memulangkannya ke Malaysia.

banner 400x130

“WNA atas nama Nur Hisham ini berstatus imigran dan pulang ke rumah keluarganya yang berada di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Tetapi selama di rumah, dia justru sering berteriak dan merusak barang-barang,” kata AKP Nenny Sasongko pada Senin (24/6/2024).

Baca juga : KPU Kabupaten Kediri Datangi Rumah Penyanyi Happy Asmara, Ini Keperluannya

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian melakukan pendalaman kasus dan melaporkannya ke Kantor Imigrasi Blitar pada Rabu (19/6/2024). Kemudian, mereka berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Blitar untuk proses pemulangan Nur Hisham. Pada Sabtu (22/6/2024), Nur Hisham dibawa ke Kantor Imigrasi Blitar untuk dimintai keterangan dengan didampingi petugas Polsek Karangrejo. Setelah pemeriksaan, diputuskan bahwa Nur Hisham akan segera dideportasi.

“WNA itu dibawa ke Kantor Imigrasi Blitar pada Sabtu (22/6/2024) sekitar pukul 13.15 WIB untuk dilakukan pemeriksaan dan akhirnya diputuskan untuk dideportasi,” ujar Nenny.

Proses deportasi berjalan lancar pada Minggu (23/6/2024), dan Nur Hisham diterbangkan ke Malaysia dengan didampingi oleh petugas Polsek Rejotangan dan petugas Kantor Imigrasi Blitar.

Meskipun Nur Hisham tidak mengalami overstay di Indonesia, sehingga pemerintah tidak bisa membiayai kepulangannya, pihak keluarga setuju untuk menanggung biayanya.

“Karena ini bukan overstay, yang bersangkutan dikembalikan ke Malaysia dengan biaya dari ibunya,” tutup Nenny.***

Reporter  : Sholeh
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *