Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Meningkatnya kembali kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Tulungagung mendorong pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan vaksinasi pada hewan ternak. Hingga saat ini, ratusan ribu ternak di wilayah tersebut telah menerima vaksin booster PMK sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani, menjelaskan bahwa vaksinasi PMK dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk menekan potensi lonjakan kasus di lapangan. Program vaksinasi kembali digencarkan seiring meningkatnya temuan kasus di sejumlah daerah.
Berdasarkan data DPKH Tulungagung, total ternak yang telah menerima vaksin booster PMK mencapai 213.071 ekor. Rinciannya meliputi 74.652 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 126.849 ekor kambing, 7.450 ekor domba, serta 4.100 ekor babi yang tersebar di berbagai kecamatan.
Baca juga : Dua Rekrutan Anyar Persik Kediri Mulai Berlatih, Marcos Reina Torres Pantau Proses Adaptasi
“Sekitar 213.017 ekor ternak di Tulungagung, baik sapi, kambing, domba, kerbau, maupun babi, sudah mendapatkan vaksinasi booster PMK,” ujar Tutus Sumaryani, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, pada akhir 2025 pihaknya masih memiliki sisa stok vaksin sebanyak 5.000 dosis yang telah disalurkan pada awal 2026. Selain itu, Pemprov Jawa Timur telah mengirim tambahan 17.000 dosis vaksin PMK pada tahap pertama tahun ini.
Saat ini, DPKH Tulungagung tengah melakukan penyuntikan 17.000 dosis vaksin tersebut, dengan prioritas pada ternak yang dianggap paling rentan, terutama sapi. Proses vaksinasi ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan sejak distribusi vaksin diterima.
“Perkiraan kami, penyuntikan 17.000 dosis vaksin PMK akan selesai pada akhir Maret 2026. Prioritas tetap pada ternak yang berisiko tinggi, khususnya sapi,” jelasnya.
Sebelum stok vaksin habis, Tutus menyatakan pihaknya akan kembali mengajukan permohonan tambahan vaksin kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sesuai dengan jumlah populasi ternak di Tulungagung, yakni sekitar 213.071 dosis. Namun, ia mengakui realisasi vaksin kemungkinan tidak akan langsung sesuai dengan jumlah yang diusulkan.
Menurutnya, Tulungagung selama ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov Jawa Timur dalam penanganan PMK, terutama karena capaian vaksinasi yang cukup baik serta peran daerah ini sebagai salah satu sentra produksi ternak di Jawa Timur.
“Tulungagung merupakan salah satu daerah penghasil ternak terbesar di Jawa Timur, sehingga menjadi perhatian khusus dalam penanganan PMK,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





