Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Di wilayah Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, malam hari yang gelap tiba-tiba terang oleh cahaya obor yang dibawa ratusan pendekar pencak silat dalam prosesi nyadran atau bersih desa.
Peristiwa ini terjadi saat malam 1 Suro, di mana pendekar dari berbagai aliran pencak silat berkumpul tanpa keributan, tetapi dengan semangat kebersamaan yang tinggi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Awalnya, kondisi Kamtibmas di wilayah tersebut dipengaruhi oleh perkelahian antarperguruan pencak silat dan tingkat kriminalitas yang meningkat.
Namun, berkat program Soko Guru yang dicanangkan oleh Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson Situmorang dan dilanjutkan oleh AKBP Muhammad, Kapolsek Ngetos AKP Pujo Santoso, SH berhasil mengubah dinamika tersebut.
Dengan mengumpulkan pengurus dan anggota dari 12 perguruan pencak silat yang tersebar di 9 desa Kecamatan Ngetos, Pujo Santoso mendorong terjalinnya komunikasi yang baik dan kerja sama yang solid di antara mereka.
Hal ini tidak hanya memperkuat persatuan perguruan pencak silat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga Kamtibmas dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Baca juga : Lewat Giat Cangkrukan, Polsek Gampengrejo Kediri Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Ketertiban Umum
Melalui kegiatan Soko Guru ini, para pendekar berkomitmen untuk tidak terlibat dalam konflik serta menjaga persaudaraan di antara sesama pesilat. Inisiatif ini disambut positif oleh masyarakat setempat dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun keamanan dan ketertiban bersama-sama.
Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat, program Soko Guru di Kecamatan Ngetos menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan aman bagi generasi mendatang.***
Reporter : Muji Hartono
Editor : Hadiyin






