Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Kekeringan di Kabupaten Trenggalek, semakin meluas. Hingga saat ini, lebih dari 13 ribu warga dari 33 desa yang tersebar di 11 kecamatan sedang menghadapi krisis air bersih.
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak mencapai 13.760 jiwa dari 4.917 kepala keluarga, berdasarkan data per 16 September 2024. Desa-desa yang terdampak antara lain Desa Terbis, Besuki, Ngrencak, Karangtengah, Nglebeng, Kertosono, Banjar, dan Manggis di Kecamatan Panggul.
Sementara itu, di Kecamatan Tugu, desa terdampak termasuk Pucanganak, Nglinggis, Dermosari, Ngepeh, dan Prambon. Desa Jatiperahu dan Ngentrong di Kecamatan Karangan juga terkena dampak, bersama dengan desa-desa di kecamatan lainnya seperti Trenggalek, Pogalan, Durenan, Gandusari, Bendungan, Suruh, Pule, dan Dongko.
Baca juga : KPU Kabupaten Kediri Segera Tetapkan DPT, Tapi Masih Temukan Data Pemilih Ganda
“Kami mencatat bahwa kondisi sumber air di daerah terdampak mengalami kekeringan sehingga warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Triadi.
Sebagai upaya penanganan, BPBD Trenggalek bersama instansi lainnya telah mendistribusikan air bersih melalui 158 truk tangki berkapasitas 4.000 hingga 6.000 liter, serta menyediakan 93 tandon, 33 tandon lipat, 128 terpal, dan 323 jeriken untuk warga terdampak.
Meskipun Kabupaten Trenggalek sempat diguyur hujan di beberapa wilayah, hal tersebut belum cukup untuk mengatasi krisis air bersih. Triadi menambahkan bahwa kekeringan diperkirakan masih akan meluas jika hujan belum turun secara signifikan dalam waktu dekat.
Baca juga : Pemkot Kediri Sukses Gelar COIN EMAS 2024, Kompetisi Bahasa Inggris Terbesar di Kota Kediri
“Kami akan terus melakukan langkah-langkah penanggulangan dan distribusi air bersih untuk mengurangi dampak kekeringan ini,” pungkasnya.***
Reporter: Angga Prasetya
Editor : Hadiyin





