Waspada Kekeringan, BPBD Ponorogo Petakan 11 Wilayah Rawan Saat Puncak Kemarau Agus

Waspada Kekeringan, BPBD Ponorogo Petakan 11 Wilayah Rawan Saat Puncak Kemarau Agustus
Tim BPBD Ponorogo mulai memetakan wilayah yang masuk potensi kekeringan musim kemarau (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo memetakan sedikitnya 11 wilayah rawan kekeringan yang berpotensi terdampak saat musim kemarau tahun 2026. BPBD memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo mengatakan, awal musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli 2026 sebelum mencapai puncaknya di bulan Agustus.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Berbeda dari 2025 lalu, BMKG memperkirakan kemarau panjang terjadi tahun ini. Kalau pola musim normal, biasanya mulai Juli sudah muncul kekeringan dan puncaknya Agustus,” ujar Agung.

Dari hasil pemetaan BPBD, wilayah rawan kekeringan tersebar di lima kecamatan, yakni Pulung, Slahung, Bungkal, Badegan, dan Sawoo.

Menurut Agung, wilayah tersebut hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau panjang.

Baca juga : Harga Hewan Kurban Menggembirakan, Penjualan Sapi Peternak Kediri Meningkat Tajam

“Kalau mengacu pada 2024 lalu, wilayah-wilayah tersebut memang mengalami kekeringan ekstrem,” katanya.

Beberapa desa yang dipetakan rawan kekeringan di antaranya Desa Karangpatihan dan Sidoharjo di Kecamatan Pulung yang selama ini menjadi langganan droping air bersih saat kemarau.

Selain itu, Desa Duri dan Wates di Kecamatan Slahung juga masuk kategori rawan kekeringan.

Sementara di Kecamatan Bungkal terdapat Desa Munggu dan Wungu, kemudian Desa Dayakan di Kecamatan Badegan, serta Desa Pangkal, Prayungan, dan Tumpuk di Kecamatan Sawoo.

Baca juga : OJK Kediri Perkuat Kapasitas TPAKD, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Berkelanjutan

Meski demikian, BPBD menyebut sejumlah desa kini sudah memiliki fasilitas sumur dalam yang cukup membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Beberapa wilayah yang dulu langganan dropping sekarang sudah punya sumur dalam, jadi sangat membantu masyarakat,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Ponorogo telah menyiagakan personel dan armada penyuplai air bersih. Sedikitnya tiga truk tangki air disiapkan, termasuk dukungan dari relawan dan PMI.

“Kalau ada permintaan bantuan air bersih tentu langsung kami tindak lanjuti dengan pengecekan sumber mata air di lokasi,” pungkasnya.***

Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *