Tulungagung, LINGKARWILIS.COM —Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan puluhan tandon air bersih untuk disalurkan ke wilayah rawan kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 unit tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter. Sarana tersebut akan difungsikan sebagai penyangga kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak saat kemarau tiba.
“Tandon air ini kami siapkan sejak dini sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Total ada 50 unit, masing-masing berkapasitas 1.200 liter,” ujar Sudarmadji, Senin (5/1/2026).
Puluhan tandon tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur yang dialokasikan untuk Kabupaten Tulungagung. Saat ini, seluruh unit masih disimpan di area perkantoran eks Ruko Belga Tulungagung dan belum didistribusikan karena wilayah Tulungagung masih berada pada musim hujan.
Baca juga : Dishub Kediri Berlakukan Jalan Stasiun Satu Arah dan Parkir Terpusat, Warga Balowerti Menolak
“Sekarang masih musim hujan, dengan puncak diperkirakan Januari hingga Februari. Distribusi akan dilakukan saat memasuki musim kemarau dan ada laporan wilayah mengalami kekeringan,” jelasnya.
BPBD Tulungagung memastikan pendistribusian tandon air akan dilakukan berdasarkan laporan dan hasil koordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan. Setiap tandon nantinya ditempatkan di dusun atau titik strategis yang mengalami krisis air bersih.
Secara teknis, BPBD akan mengisi tandon tersebut menggunakan truk tangki air bersih. Dengan sistem ini, masyarakat tidak lagi harus menunggu kedatangan truk sambil membawa wadah sendiri seperti sebelumnya.
“Kalau dulu warga harus berkumpul saat truk tangki datang dan membawa drum sendiri. Dengan tandon ini, air bersih sudah tersedia dan bisa diambil kapan saja,” ungkap Sudarmadji.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, BPBD Tulungagung juga masih melakukan pendataan wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi penempatan tandon dan pola distribusi air bersih.
Baca juga : SMPN 1 Kota Kediri Raih Predikat Sekolah Role Model Moderasi Beragama Tingkat Jawa Timur
Selain tandon air, BPBD Tulungagung juga menerima bantuan terpal dari BPBD Provinsi Jawa Timur yang akan dimanfaatkan untuk mendukung penanganan dampak kekeringan di lapangan.
“Harapannya, dengan persiapan ini kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan dampak kekeringan bisa ditekan sejak awal,” pungkasnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin






