Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ancaman bencana tanah longsor membayangi warga Dukuh Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Tiga rumah yang berada tepat di bawah tebing kini masuk kategori zona rawan dan berpotensi terdampak jika terjadi longsoran.
Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah mengambil langkah cepat dengan mengajukan permohonan peninjauan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi guna memastikan kondisi geologi di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menyatakan bahwa keterlibatan tim ahli diperlukan untuk melakukan kajian teknis secara menyeluruh.
“Kami sudah mengirimkan surat ke BPBD Provinsi Jawa Timur dan PVMBG untuk dilakukan pengecekan langsung di lapangan,” ujarnya.
Baca juga : Tasyakuran Ulang Tahun Personel Polres Kediri, Perkuat Soliditas dan Kebersamaan
Menurut Masun, struktur tanah di kawasan tersebut cukup mengkhawatirkan. Sekitar 30 persen material terdiri dari batuan besar dengan kemiringan lereng mencapai 45 hingga 50 derajat, sehingga meningkatkan potensi terjadinya longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Jika hujan deras, material di atas sangat berpotensi bergerak turun dan mengarah ke permukiman warga,” jelasnya.
Tiga rumah yang berada di bawah tebing tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga. BPBD pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah.
Baca juga : SPMB 2026 Dibuka Mei, Disdik Kediri Minta Orang Tua Utamakan Sekolah Terdekat
“Kami minta warga tetap siaga. Jika ada indikasi longsor, segera mengungsi demi keselamatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Masun menjelaskan bahwa kondisi material di lokasi saat ini masih labil dan berbeda dengan titik longsor sebelumnya yang sempat direlokasi pada 2022 lalu.
“Karakteristik tanah di sini berbeda. Materialnya masih aktif, sehingga perlu kajian mendalam dari tim ahli sebelum menentukan langkah penanganan,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor :Hadiyin





