Kediri, LINGKARWILIS.COM β Permintaan ikan lele di Kabupaten Kediri mengalami lonjakan tajam pada awal tahun baru, memicu kenaikan harga menjadi Rp 28.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 25.000 per kilogram.
Meski produksi ikan lele di wilayah ini cukup tinggi, beberapa warga menyebutkan bahwa pasokan lele masih belum memenuhi kebutuhan yang meningkat.
Lele menjadi pilihan utama pembeli selain daging ayam dan ikan laut. Tingginya permintaan ini didorong oleh penurunan daya beli masyarakat terhadap daging ayam dan ikan laut.
Dwi Herdiyanto, seorang pembudidaya ikan lele asal Ngasem, mengungkapkan bahwa budidaya lele konsumsi idealnya dimulai dari benih berukuran 5 hingga 6 sentimeter.
Dalam waktu tiga bulan, lele dapat tumbuh dengan normal, asalkan diberi pakan yang cukup dan terjaga.
“Kolam saya memiliki kapasitas hingga 300 ribu ekor lele. Saat panen, pembeli partai besar biasanya datang langsung untuk membeli lele. Namun, permintaan yang begitu tinggi terkadang membuat saya kewalahan memenuhi kebutuhan konsumen,” jelas Dwi.
Baca juga :Polda Jatim Selidiki Salah Satu Hotel di Kediri, Diduga Terkait Kasus Mutilasi Ngawi
Meskipun produksi di sejumlah kolam pembesaran meningkat, tingginya permintaan di awal tahun baru tetap membuat kebutuhan lele sulit terpenuhi sepenuhnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





