BLITAR, LINGKARWILIS.COM β Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Desa Ngerjo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, pada Kamis (13/2/2025) dini hari.
Insiden yang diduga akibat korsleting listrik ini menyebabkan 120 ribu ekor ayam pedaging mati terpanggang, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 10 miliar.
Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Prodo, RT 01 RW 03, Desa Ngerjo, sekitar pukul 04.17 WIB. Kandang yang terbakar milik Suprapto (52), warga Dusun Krajan, Desa Ngerjo.
Baca juga :Β Berikut Ini Titik-Titik Jalur Rawan Kecelakaan di Wilayah Hukum Polres Kediri Kota
Menurut Plt Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Agus Santosa, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang memicu api, diperparah oleh alat pemanas kandang yang digunakan untuk menjaga suhu ayam.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, Siswanto, yang melihat kepulan asap dan kobaran api dari ujung timur kandang. Sontak, ia langsung memberi tahu pemilik kandang dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, upaya tersebut sia-sia karena api dengan cepat menjalar akibat material kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu, ditambah tiupan angin yang mempercepat penyebaran api.
Baca juga :Β Berikut Ini Titik-Titik Jalur Rawan Kecelakaan di Wilayah Hukum Polres Kediri Kota
“Melihat api semakin besar, pemilik kandang segera melapor ke pihak kepolisian dan diteruskan ke petugas pemadam kebakaran,” kata Agus Santosa.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk menangani kebakaran. Upaya pemadaman berlangsung cukup lama, mengingat luasnya area kandang dan material yang mudah terbakar. Setelah lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Sayangnya, dalam insiden ini tidak ada yang bisa diselamatkan. Seluruh ayam di dalam kandang, serta berbagai peralatan dan mesin kandang, ludes terbakar.
Berdasarkan hasil sementara penyelidikan, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, yang kemungkinan besar berasal dari alat pemanas kandang.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 10 miliar, mencakup kerugian ayam pedaging, peralatan kandang, dan mesin-mesin operasional.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran serta mengevaluasi langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





