Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Para peternak sapi di Ponorogo kini bisa bernapas lega setelah Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo menerima bantuan 21.750 dosis vaksin untuk menanggulangi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Dispertahankan Ponorogo, Siti Barokah, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berasal dari dua sumber, yakni Provinsi Jawa Timur sebanyak 11.250 dosis dan Kementerian Pertanian RI sebanyak 10.500 dosis.
“Total ada 21.750 dosis vaksin yang kami terima. Targetnya, semua vaksin ini bisa disuntikkan kepada ternak hingga April mendatang,” ujar Siti Barokah kepada wartawan.
Program vaksinasi ini akan menyasar seluruh desa di Ponorogo yang memiliki ternak, tidak hanya yang berada di zona hijau.
Baca juga :Β Dikta Disabilitas Kediri Bantu 70 Anggotanya Urus NIB, Dorong Kemandirian Ekonomi
“Dari provinsi ada petunjuk teknis (juknis) bahwa satu desa harus tuntas dulu. Semua ternak berkaki belah seperti kambing, domba, babi, maupun sapi harus divaksin sebelum petugas berpindah ke desa lain,” jelasnya.
Barokah menambahkan bahwa vaksinasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi ternak yang belum divaksin, tetapi juga bagi yang sudah mendapat vaksinasi sebelumnya. Ternak yang telah divaksin akan kembali mendapat suntikan booster dengan interval enam bulan.
“Kalau dari juknis Kementerian Pertanian, prioritas awal memang sapi. Namun, kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) lebih lanjut,” tambahnya.
Baca juga :Β Bhabinkamtibmas Dampingi DKPP Kediri dalam Vaksinasi Ternak untuk Cegah PMK
Dalam prosesnya, petugas kesehatan hewan (keswan) akan melakukan pendataan jumlah ternak dengan dibantu oleh perangkat desa.
“Kami membutuhkan pendampingan dari kamituwo (kepala dusun), karena kami tidak bisa bekerja sendiri. Pendataan ini penting agar tidak ada hewan ternak yang terlewatkan,” tegas Barokah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa takaran dosis vaksin disesuaikan dengan jenis ternak. Untuk sapi, dosis yang diberikan adalah 2 ml, sementara untuk kambing hanya setengahnya, yaitu 1 ml.
Dengan adanya bantuan vaksin ini, diharapkan wabah PMK di Ponorogo dapat terkendali dan sektor peternakan dapat kembali pulih.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





