Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Namun, menu makanan berat yang biasanya diberikan kepada siswa akan diganti dengan takjil yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo, Letkol Inf. Dwi Soerjono, menjelaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan MBG selama Ramadhan 1446 Hijriah. Para siswa akan mulai menerima takjil program MBG pada hari pertama masuk sekolah setelah libur awal Ramadhan, yakni pada 6 Maret mendatang.
“MBG tetap berjalan, hanya mekanismenya diubah menjadi pemberian takjil yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa, bukan lagi makanan berat seperti biasanya,” ujar Letkol Inf. Dwi Soerjono, Senin (3/3/2025).
Baca juga :Β Wali Kota Kediri Mbak Nanda Serahkan LKPD Kepada BPK Perwakilan Jawa Timur
Terkait menu, Dandim menyebut bahwa takjil yang diberikan terdiri dari kurma, telur, buah, roti, dan susu. Program ini juga tetap berlaku bagi siswa non-Muslim, dengan menu yang disamakan.
Pendistribusian takjil akan dikoordinasikan dengan pihak sekolah, mengingat jam pulang siswa lebih awal selama Ramadhan.
“Semua siswa akan mendapatkan takjil setiap hari. Kami juga sudah berkoordinasi dengan sekolah agar pembagian dilakukan tepat waktu, sehingga sebelum pulang, takjil sudah tersedia di sekolah,” tambahnya.
Baca juga :Β Harga Cabai Meroket, Pedagang Nasi Pecel di Kediri Bertahan dengan Harga Standar
Selama Ramadhan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo tidak akan beroperasi seperti hari biasa. Alasannya, jika siswa tetap menerima makanan berat seperti nasi, makanan tersebut dikhawatirkan tidak lagi segar atau bahkan basi saat waktu berbuka tiba.
“Kalau masak seperti biasa dan makanan baru dimakan saat berbuka, tentu rasanya sudah berubah dan tidak lagi enak,” jelasnya.
Dandim juga menegaskan bahwa saat siswa libur sekolah di awal Ramadhan, program MBG akan ikut dihentikan sementara. Program ini baru akan kembali berjalan saat siswa mulai masuk sekolah.
“Kami menyesuaikan dengan jadwal akademik. Jika siswa libur, program MBG juga libur. Sebaliknya, jika sekolah kembali aktif, program ini akan berjalan seperti biasa,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin






