PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 21 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo untuk sementara menghentikan operasional pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian tersebut dipicu keterlambatan pencairan dana operasional yang digunakan untuk mendukung kegiatan dapur. Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak berkaitan dengan penghentian program atau sanksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan karena saldo pada virtual account (VA) yang digunakan untuk operasional dapur belum tersedia secara mencukupi.
“Hingga saat ini terdapat 21 dapur yang belum dapat beroperasi karena saldo pada virtual account masih kurang. Namun kami sudah menerima informasi bahwa proses pencairan dana dari pusat sedang berjalan dan tinggal menunggu realisasi,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Sheila, dapur yang terdampak tersebar di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Babadan misalnya, dapur SPPG Ngunut dan Polorejo untuk sementara menghentikan layanan. Selain itu, beberapa dapur yang berada di wilayah Kecamatan Badegan juga mengalami kondisi serupa.
Baca juga :Empat Paket Perbaikan Jalan di Ponorogo Mulai Dilelang, Tiap Ruas Dianggarkan Lebih dari Rp 7 Miliar
Meski demikian, pihaknya memastikan penghentian operasional tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan berlangsung lama. SPPG Ponorogo saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan pencairan dana dapat segera dilakukan. Saat ini Kabupaten Ponorogo memiliki 85 dapur SPPG yang tersebar di 21 kecamatan.
Sebagian besar dapur tersebut masih tetap beroperasi dan menjalankan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sheila optimistis seluruh dapur yang saat ini belum beroperasi dapat kembali memberikan layanan dalam waktu dekat setelah dana operasional tersedia.
“Harapan kami pekan depan seluruh dapur yang saat ini berhenti sementara sudah dapat kembali beroperasi normal sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan seperti biasa,” tegasnya. ***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





